Jakarta: Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut nilai demokrasi yang diterapkan India dan Indonesia sebagai landasan pembangunan kedua negara. Sebagai negara demokrasi pertama dan ketiga terbesar di dunia, India dan Indonesia meyakini keberagaman dalam demokrasi justru menjadi kekuatan untuk maju.
“Melalui reformasi Indonesia sudah menunjukkan kepada dunia kekuatan demokrasi yang sesungguhnya,” kata PM Modi dalam pidatonya di hadapan para anggota DPR RI dan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Selama dua dekade terakhir, dia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh pesat hingga berhasil mengentaskan jutaan penduduk dari kemiskinan.
Sama halnya dengan India, sebagai ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, negara Asia Selatan itu membebaskan lebih dari 200 juta warganya dari kemiskinan dalam dua dekade terakhir.
“Saya sangat percaya bahwa nilai-nilai demokrasi dan aspirasi bersama akan membawa hubungan India-Indonesia ke tingkat yang baru, karena demokrasi menciptakan peluang, menghadirkan kepercayaan, dan membangun masa depan,” ujar Modi.
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berfoto bersama pimpinan DPR-MPR, Presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung MPR RI dan DPR RI, Senayan, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar
Baca Juga :
DPR Dukung Peningkatan Kemitraan Strategis Indonesia-IndiaSecara khusus, dia menyoroti kemajuan signifikan dalam kerja sama ekonomi, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai hampir USD25 miliar tahun lalu.
Ke depannya, Modi mendorong pengembangan kerja sama kedua negara di berbagai sektor potensial lainnya, antara lain teknologi antariksa, konektivitas maritim, penanggulangan terorisme, dan pertukaran budaya.
“Seiring Indonesia melangkah menuju Visi Indonesia Emas 2045, India sedang bekerja bekerja untuk Viksit Bharat 2047. Kita bisa menjadi mitra dalam mewujudkan aspirasi-aspirasi ini,” tutur PM Modi.




