Astronaut Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency/CSA), Jeremy Hansen, yang tergabung dalam misi Artemis II untuk terbang mengelilingi Bulan pada April 2026, mengumumkan akan pensiun sebagai astronaut penuh waktu mulai September 2026 mendatang.
Hansen menegaskan keputusan tersebut bukan berarti akan sepenuhnya meninggalkan dunia antariksa, melainkan akan beralih menjadi anggota cadangan Royal Canadian Air Force agar tetap bisa berkontribusi terhadap perkembangan sektor antariksa di negaranya. Hal itu disampaikan melalui unggahan di media sosial pada Senin (6/8) waktu setempat.
"Ini sama sekali bukan sebuah perpisahan. Saya ingin membuka peluang untuk terus mendukung dan memajukan berbagai pekerjaan penting yang sedang berlangsung di Kanada terkait eksplorasi luar angkasa," tulis Hansen.
CSA memuji kepemimpinan, dedikasi, dan profesionalisme Hansen selama bertugas. Usai pensiun, Hansen akan menyandang jabatan baru dan memulai kembali karier profesionalnya.
"Melalui pekerjaannya bersama CSA, NASA, dan berbagai mitra lainnya, Jeremy telah berkontribusi dalam membuka babak baru yang bersejarah bagi Kanada di bidang antariksa," tulis CSA, mengutip CNN.
Baik Hansen maupun CSA belum mengungkap secara rinci peluang atau jabatan baru apa yang akan dijalaninya setelah mengakhiri tugas penuh waktu sebagai astronaut. Pensiunnya Hansen membuat CSA kini hanya memiliki tiga astronaut aktif, yakni David Saint-Jacques, Joshua Kutryk, dan Jenni Gibbons. Perdana Menteri Kanada Mark Carney turut menyampaikan apresiasi atas pengabdian Hansen.
"Atas nama seluruh rakyat Kanada, saya menyampaikan terima kasih kepada Kolonel Jeremy Hansen atas pengabdiannya yang luar biasa kepada negara dan kontribusinya yang sangat besar dalam eksplorasi luar angkasa," kata Carney.
Ia juga memuji rekam jejak Hansen sebagai pilot pesawat tempur serta keberhasilannya menjalankan misi Artemis II yang disebut berhasil menyatukan jutaan warga Kanada dalam satu misi bersejarah.
Menapaki Babak Baru KarierHansen mengatakan keputusannya untuk purnatugas diambil setelah menjalani 32 tahun dinas militer dan 17 tahun sebagai astronaut CSA, yang berpuncak pada kesempatan langka mengelilingi dan mencapai sisi terjauh Bulan dalam misi Artemis II.
Menurutnya, langkah ini menjadi awal dari fase baru dalam karier profesionalnya. Istri Hansen, Catherine, juga memberikan komentar di media sosial.
"Siapa pun yang mengenal suami saya tahu bahwa ia belum selesai. Sama sekali belum," tulisnya.
Menurut Catherine, bergabung sebagai personel cadangan militer justru memperluas peran Hansen dalam sektor antariksa Kanada dan memungkinkannya berkontribusi dalam berbagai kolaborasi strategis di masa depan. Kendati tidak menjelaskan posisi apa yang akan diemban Hansen.
Jeremy Hansen diketahui menjadi satu-satunya astronaut non-Amerika dalam misi Artemis II, yang berlangsung pada April 2026 lalu. Misi tersebut menjadi perjalanan manusia pertama ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir, sekaligus mencetak rekor sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi, yakni mencapai 406.771 kilometer.
Dalam misi itu, Hansen terbang bersama Reid Wiseman, komandan misi sekaligus pilot uji Angkatan Laut AS; Victor Glover, astronaut kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa jauh (deep space); dan Christina Koch, insinyur NASA yang menjadi perempuan pertama yang pergi menuju Bulan.
Selama misi 10 hari, keempat astronaut rutin melakukan siaran langsung dari dalam kapsul Orion berdiameter sekitar lima meter. Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika Hansen mengusulkan agar sebuah kawah di permukaan Bulan dinamai untuk mengenang mendiang istri Wiseman, Carroll.
Saat menyampaikan usulan itu, Hansen tampak menahan haru. Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling emosional sepanjang misi Artemis II. Setelah kembali ke Bumi, Hansen menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa, terlebih melihat antusiasme masyarakat dunia yang ikut merasakan kegembiraan para astronaut.
"Kami punya istilah di dalam kru yang sudah kami gunakan sejak lama, yaitu joy train (kereta kebahagiaan)," kata Hansen. "Dan saya rasa kalian bisa melihat begitu banyak kebahagiaan selama misi itu. Memang benar, kami tidak selalu berada di dalam joy train. Ada banyak saat ketika kami tidak berada di sana. Tapi kami selalu berkomitmen untuk kembali ke sana secepat mungkin. Itu adalah pelajaran hidup yang sangat berguna bagi tim mana pun yang ingin mencapai tujuan besar."
NASA kini bersiap melanjutkan program Artemis melalui Artemis III, yang akan menguji kemampuan kapsul Orion melakukan proses docking dengan wahana pendarat Bulan sebelum misi pendaratan berikutnya.
Sementara itu, Artemis IV,yang dijadwalkan meluncur paling cepat pada 2028, diharapkan menjadi misi pertama dalam program Artemis yang benar-benar membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan. Administrator NASA, Jared Isaacman, juga memberikan penghormatan kepada Hansen melalui platform X.
"Jeremy telah mewakili Canadian Space Agency dengan kehormatan yang luar biasa," tulis Isaacman. "Sebagai astronaut, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar dan berlatih. Ketika akhirnya terpilih menjadi bagian dari kru Artemis II, ia menjalankan misinya dengan kerendahan hati, presisi, dan profesionalisme."
Menurut Isaacman, Hansen dan kru Artemis II kini telah menyerahkan tongkat estafet kepada kru Artemis III yang akan melanjutkan semangat eksplorasi manusia menuju Bulan.




