Puan Kenang Soekarno hingga Dasasila Bandung saat Sambut Kunjungan PM Narendra Modi

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung eratnya hubungan historis Indonesia dan India saat menyampaikan pidato dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam pidatonya, Puan mengawali sambutan dengan mengenang sejarah panjang hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak awal kemerdekaan India. Dia menuturkan, Presiden pertama RI Soekarno yang juga merupakan kakeknya pernah menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Hari Republik India pertama pada 1950.

"Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan istimewa. Sejarah mencatat bahwa Presiden Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang juga merupakan kakek saya, menjadi tamu kehormatan utama pada peringatan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950," ujar Puan.

Dia menjelaskan hubungan kedua negara terus berkembang dalam berbagai momentum penting, termasuk ketika Indonesia dan India menjadi co-sponsor Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955.

Menurut Puan, konferensi tersebut berhasil menghidupkan semangat Dasasila Bandung yang kemudian menjadi salah satu fondasi lahirnya Gerakan Non-Blok.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa Gedung DPR RI yang saat ini menjadi lokasi penyambutan Modi memiliki nilai sejarah tersendiri. Bangunan tersebut merupakan bagian dari rencana penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), sebuah gagasan Presiden Soekarno untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam tatanan global.

Baca Juga

  • Maman: Kerja Sama Platform Digital RI-India untuk UMKM Masuk Tahap Teknis
  • PM India Narendra Modi Tiba di Gedung DPR, Disambut Prabowo dan Puan
  • RI-India Perkuat Kerja Sama Antariksa, Siapkan Satelit Ketahanan Pangan hingga Bandara

"Sebuah gagasan strategis Presiden Soekarno yang mencerminkan aspirasi negara-negara berkembang untuk memiliki posisi setara dan turut menentukan dalam tatanan global pada saat itu," katanya.

Puan menilai semangat tersebut masih relevan hingga kini dan tetap menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi parlemen serta diplomasi Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan hubungan Indonesia dan India semakin erat, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi menyepakati peningkatan hubungan kedua negara menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2025.

Menurutnya, Indonesia dan India merupakan dua negara demokrasi besar sekaligus kekuatan maritim di kawasan Samudra Hindia yang sama-sama menjunjung tinggi prinsip kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global.

"Kita adalah dua negara demokrasi besar, sesama kekuatan maritim di Samudra Hindia yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks," ujarnya.

DPR RI, lanjut Puan, mendukung penguatan hubungan bilateral tersebut, termasuk implementasi Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific yang telah disepakati kedua negara.

Acara penyambutan Modi di Kompleks Parlemen turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Bachtiar Najamudin, serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Vietnam Lari! Tumbuh 8,4%: Pajak Murah, Investor Berebut Masuk
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Piala Dunia 2026: Link Live Streaming Portugal Vs Spanyol
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Tanya Hukum: Cinta Boleh Buta, Hukum Jangan Lupa
• 45 menit lalukumparan.com
thumb
Resmi Berlaku, Menhub Minta Aplikator Jelaskan Skema Potongan 8 Persen ke Driver Ojol
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 Siap Digelar, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Halal Global
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.