Dokter PPDS Anestesi Unsrat Ditemukan Tewas Tidak Wajar, Diduga Korban Perundungan

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Dokter PPDS Anestesi Unsrat Ditemukan Tewas Tidak Wajar, Diduga Korban PerundunganNasional | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 20:01Dengarkan Berita

MANADO, iNews.id – Seorang dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik dan viral di media sosial setelah muncul dugaan adanya perundungan (bullying) yang dialami korban selama menjalani masa pendidikan di RSUP Prof Dr RD Kandouw, Manado.

Korban bernama dr Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah keluarganya Kelurahan Malalayang Satu Barat, Lingkungan Enam, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu pagi (5/7/2026). 

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sang ayah. Saat itu, ayahnya hendak membangunkan dr Adrian untuk mandi. Namun, korban ditemukan sudah dalam kondisi terbujur kaku di atas tempat tidur. 

Suasana di rumah duka saat ini tampak sepi. Hanya terlihat beberapa karangan bunga dari pihak kampus Unsrat, rumah sakit, serta kerabat yang terpajang di depan rumah. 

Baca Juga:Usai Terjaring OTT, Bupati Cilacap Nonaktif Tempuh Jalur Praperadilan

Ketua Lingkungan Enam Malalayang Satu Barat, Nonce Hebingadil, membenarkan bahwa almarhum ditemukan meninggal di dalam kamar rumahnya sendiri, bukan di tempat kos seperti informasi yang simpang siur di media sosial. Dia juga meluruskan rumor miring yang beredar terkait penyebab kematian korban. 

"Diduga akibat kelelahan, bukan gantung diri seperti isu yang beredar luas di luar," kata Nonce.

Menurut Nonce, selama ini, korban tinggal bersama kedua orang tuanya di Manado. Di mata warga sekitar, dr Adrian dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, ceria, dan taat beribadah.

Pada Senin kemarin, jenazah korban telah diberangkatkan dan dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya di Morowali, Sulawesi Tengah, untuk dimakamkan.

Meski pihak lingkungan menyebut korban diduga kelelahan, isu miring mengenai adanya dugaan perundungan atau bullying yang dialami dr Adrian selama bertugas di RSUP Prof Dr RD Kandouw Manado terlanjur menggelinding panas di tengah masyarakat.

Baca Juga:Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas

Namun, baik pihak manajemen RSUP Prof Kandouw Manado maupun otoritas Universitas Sam Ratulangi masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan ataupun rilis resmi terkait kematian dokter PPDS tersebut.

#sulut

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu Jusuf Kalla di HUT Bhayangkara, Jokowi: Bicara yang Ringan-ringan Saja
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Siap Lawan BYD, Hyundai Siapkan EV 7-penumpang Rakitan Lokal
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Beban Agrinas dan PTPN Memikul Swasembada Pangan-Energi
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Piala Dunia 2026: Susunan Pemain Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dukung Kemenparekraf, Astra International Dorong Perluasan Pasar 100 Brand Indonesia di MASA Singapore 2026
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.