Banggar DPR Sebut Efisiensi Anggaran MBG 2026 Bisa Mencapai Rp80 Triliun

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Anggaran (Banggar) DPR menilai efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 berpotensi mencapai Rp40 triliun hingga Rp80 triliun dari pagu anggaran yang berlaku saat ini.

Sebelumnya, pemerintah telah menurunkan pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan DPR telah memiliki simulasi sendiri terkait potensi efisiensi anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, penghematan anggaran masih dapat dilakukan di atas estimasi awal sebesar Rp40 triliun.

"Banggar berpendapat, kalau hitung-hitungan Banggar, sebenarnya dari Rp268 itu [efisiensi] moderat Rp68 triliun. Kalau mau efisien betul, sekitar Rp80 triliun, kita tunggu saja," ujar Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, Said menegaskan belum ada angka final mengenai besaran efisiensi anggaran MBG. Keputusan masih menunggu hasil pembahasan pemerintah.

Menurut dia, Banggar baru akan membahas usulan tersebut setelah Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelesaikan pembahasannya.

Baca Juga

  • Ketua Banggar DPR Tolak Usulan Kenaikan Gaji Kepala Daerah
  • Banggar DPR Estimasi Anggaran MBG 2027 Turun 35% Jadi Rp174 Triliun
  • Pemerintah Diminta Perbanyak Ayam dan Telur di Menu MBG, Peternak Bisa Terima Rp31,68 Triliun

"Kalau belum kelar dibahas mereka, lalu dilempar ke Banggar. Dari mana dasar keputusannya?," ujar Said.

Sementara itu, potensi penghematan anggaran MBG juga belum dimasukkan ke dalam proyeksi outlook APBN 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hingga kini pemerintah belum menerima angka final efisiensi anggaran dari BGN sehingga belum dapat memasukkannya ke dalam proyeksi fiskal.

"Kata BGN akan mengurangi [anggaran], tetapi saya belum dapat angkanya. Itu belum dimasukkan ke outlook APBN semester I/2026," katanya.
Dalam outlook APBN 2026, pemerintah memperkirakan realisasi belanja negara mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari target.

Sementara itu, penerimaan negara diproyeksikan sebesar Rp3.208,1 triliun sehingga defisit APBN diperkirakan melebar dari Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebelum Meninggal, Dokter PPDS Adrian Rantung Diduga Mengunggah Pesan Terakhir
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Kecam Tuduhan Jerman soal Memasang Ranjau di Selat Hormuz
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bandara Husein Disiapkan Layani Penerbangan Domestik hingga Internasional, Enam Maskapai Berminat
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Lima Bulan Jalan Ambles di Pulogadung Jaktim Belum Diperbaiki, Siapa Bertanggung Jawab?
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Muncul Perbedaan Pendapat di Internal Iran, Ketua Parlemen Dilaporkan Berulang Kali Mengabaikan Arahan Pimpinan Tertinggi
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.