Pakar: Kehadiran Jokowi di Sidang Tuduhan Ijazah Palsu Akan Tuntaskan Masalah

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sidang kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa dinilai dapat membantu menuntaskan masalah yang selama ini terjadi.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar mengatakan, kehadiran Jokowi bersama instansi penerbit ijazah berpotensi memperjelas persoalan tersebut melalui mekanisme pembuktian di persidangan.

"Seharusnya ya, kehadiran Jokowi dan pihak instansi penerbit ijazahnya akan menuntaskan masalah," kata dia saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: Gugatan soal Penangkapan Dikabulkan, Roy Suryo: Jangan Lupa Ada Praperadilan Kedua

Menurut dia, fokus perkara yang disidangkan tetap dugaan pencemaran nama baik.

Namun, jaksa tetap harus membuktikan dasar dakwaan, termasuk menunjukkan ijazah asli yang selama ini disebut palsu.

"Nah, untuk akurasi dakwaannya itu, jaksa selain menampilkan saksi-saksi dan bukti surat penyebaran berita yang tidak benar, sekaligus juga membuktikan adanya ijazah asli yang disebut palsu, sekaligus juga membuktikan bahwa ijazah itu pemiliknya adalah Jokowi," kata dia.

Abdul menilai, seluruh jenjang ijazah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga S1 di Universitas Gadjah Mada relevan dalam proses pembuktian.

Para terdakwa bersama penasihat hukumnya juga berhak menguji dokumen yang diajukan sebagai alat bukti di persidangan.

"Ya, para terdakwa bersama penasehat hukumnya, berhak dan harus diberi ruang yang seluasnya untuk menguji keaslian atau kepalsuan dokumen bukti ijazah yang diajukan sebagai bukti," tambah dia.

Untuk diketahui, kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Yakub Hasibuan, memastikan kliennya akan menghadiri sidang kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa.

Baca juga: Jokowi Bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Bawa Ijazah Asli SD hingga UGM

"Kemarin kami juga baru bertemu langsung dengan Pak Jokowi juga dan beliau menyatakan siap untuk hadir. Tentunya kembali lagi merupakan penghormatan beliau dapat menunjukkan ijazahnya di forum yang sangat terhormat ini dan forum yang valid," ucap Yakub di halaman Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).

Yakub juga memastikan Jokowi akan hadir dengan membawa ijazah asli yang selama ini menjadi perdebatan.

"Karena ijazah yang sudah disita itu kan SMA dan UGM. Jadi nanti tentu penuntut umum juga akan menghadirkan itu dan Pak Jokowi akan memperlihatkan itu semua. Dan lebih dari itu lagi ijazah SD dan SMP-nya pun berencana akan dibawa juga agar tidak ada lagi yang mempermasalahkan," kata Yakub.

Ia juga menanggapi rencana sidang pembuktian yang tidak mengizinkan siaran langsung dari dalam ruang sidang.

"Tentunya persidangan ini kan tetap terbuka untuk umum pada dasarnya, mengenai teknisnya apakah streaming-nya boleh pakai HP, apakah satu media saja, dan sebagainya kita tunggu nanti resmi dari majelisnya," kata Yakub.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tapi dasar hukumnya memang ada bahwa saksi yang nanti akan dihadirkan tidak boleh mendengar juga apa yang dikatakan oleh saksi sebelumnya. Itu yang saya saya dapatkan juga dari keterangan dari pengadilan," imbuh dia.

Sebelumnya, dokter Tifa didakwa melakukan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Bagaimana dengan Hari Libur?
• 22 jam lalukompas.com
thumb
PBB Sambut Baik Keputusan Hamas Dukung Transisi via Pembubaran Pemerintahan Gaza
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
• 26 menit laluokezone.com
thumb
Puan Dorong Indonesia-India Perkuat Hilirisasi, Transfer Teknologi, dan Investasi
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Paul McCartney Bawakan Lagu The Beatles di Resepsi Nikah Taylor Swift
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.