Danantara Dinilai Perlu Fokus pada Produktivitas BUMN, Bukan Sekadar Laba

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Keberhasilan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dinilai tidak dapat diukur hanya dari peningkatan laba. Reformasi BUMN juga harus tecermin dari meningkatnya produktivitas, daya saing, serta tata kelola yang mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengapresiasi langkah Danantara Indonesia yang telah merampungkan laporan keuangan Tahun Buku 2025 seluruh BUMN. Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan transformasi bisnis dan konsolidasi sektoral di perusahaan pelat merah.

"Kami apresiasi jika banyak BUMN meningkatkan keuntungannya dan berhasil pulih dari kerugian berkat transformasi, perampingan, pemangkasan lapisan manajemen, serta efisiensi biaya operasional secara besar-besaran," kata Esther dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).

Sebelumnya, Danantara melaporkan sejumlah BUMN mencatatkan perbaikan kinerja sepanjang April 2025 hingga April 2026, baik melalui kenaikan laba maupun keberhasilan beberapa perusahaan berbalik dari rugi menjadi untung. Namun, laporan keuangan konsolidasi BUMN masih dalam proses audit.

Meski demikian, Esther menilai pertumbuhan laba belum cukup menjadi indikator utama keberhasilan transformasi.

Menurutnya, reformasi BUMN juga harus diukur dari kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan mempertahankan kinerja positif dalam jangka panjang.

Baca Juga

  • Danantara Lebur 4 Manajer Aset BUMN, Mandiri MI Jadi Surviving Entity
  • Rapor Satu Tahun Danantara, Kinerja BUMN Terpantau Berseri
  • Menakar Tuah Danantara Saat Portofolio BUMN Mulai Dirampingkan

"Selain pertumbuhan laba, indikator keberhasilan lain bisa dilihat dari kemampuan perusahaan memperkuat daya saing dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," ujarnya.

Dia menambahkan, keberlanjutan transformasi BUMN sangat bergantung pada kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif. Regulasi yang konsisten dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendukung ekspansi usaha BUMN.

Esther juga menilai restrukturisasi yang didukung Danantara Asset Management mulai menunjukkan hasil di sejumlah perusahaan, termasuk Krakatau Steel dan Kimia Farma, yang disebut berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba.

Di sisi lain, dia menilai kebijakan pengelolaan dividen BUMN melalui Badan Pengelola Investasi Danantara sudah berada di jalur yang tepat, selama dana tersebut diinvestasikan kembali pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Menurut Esther, investasi sebaiknya diprioritaskan pada pengembangan transisi energi hijau, pembangunan infrastruktur dasar, serta hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat daya saing ekspor Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling Motor Beraksi di Tangsel, Ditangkap Saat Ngumpet di Plafon Rumah Pacar
• 13 jam laludetik.com
thumb
Erick Thohir Tantang Klub Indonesia Merebut Trofi Piala Presiden 2026: Demi Marwah Sepak Bola Tanah Air
• 17 jam lalubola.com
thumb
Wamen ATR: RUU administrasi pertanahan wujudkan sistem yang lebih baik
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo dan Modi Sepakati Kerja Sama Energi Nuklir hingga Penanggulangan Terorisme
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pelatih Belgia Sentil FIFA Setelah Bungkam Amerika Serikat, Singgung Campur Tangan Politik
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.