jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Pacul mengkritisi kabar Ketua MPR Ahmad Muzani diutus Presiden RI Prabowo Subianto untuk hadir pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masyhad, Kamis (9/7).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan mekanisme pimpinan MPR diutus Presiden RI bukan melalui penunjukan langsung.
BACA JUGA: Prabowo Utus Ketua MPR dan Menlu ke Iran Buat Hadir Pemakaman Khamenei
"Kalau Pak Presiden mengutus Ketua MPR, saya kira mekanismenya tidak seperti itu," kata Pacul ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Pacul menerangkan MPR dan Presiden sama-sama lembaga tinggi yang setara dalam sistem ketatanegaraan.
BACA JUGA: Iran Kritik Sikap Diam Badan Internasional Atas Segala Tindakan Israel di Timur Tengah
Menurut dia, perwakilan MPR bisa hadir pemakaman mendiang Khamenei di Iran setelah digelar rapat internal.
"Kemudian dari MPR-MPR rapat, memutuskan mau memberikan pertimbangan ini dan ini, maka takziah ke sana," ujar Pacul.
BACA JUGA: Iran Keluarkan Peringatan Serius, Jangan Ada Aktivitas Militer Apa Pun di Selat Hormuz
Dia mengatakan seorang Presiden RI tidak bisa memerintah pimpinan MPR dan ketika menggelar rapat sifatnya konsultatif.
"Jadi, tidak memerintah, tetapi konsultatif. Bisa konsultasi. Saya mau konsultasi soal ini, barangkali kita meng-endorse sesuatu, boleh. Klir," ujar Pacul.
Eks pimpinan Komisi III DPR RI itu mengaku tak ada rapat khusus digelar antara Presiden RI dengan MPR untuk memutuskan hadir ke pemakaman Khamenei.
"Ya, untuk yang ini aku belum dapat rapat, belum dapat undangan," ujar dia.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bakal menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masyhad, Kamis (9/7).
Muzani mengaku hadir dalam prosesi pemakaman mendiang Khamenei demi mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal demikian dikatakan dia pada Selasa (7/7) melalui unggahan di Instagram akun @ahmadmuzani2.
"Saya sebagai Ketua MPR RI bersama Menteri Luar Negeri Suaiono diutus oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri acara prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatulloh Khamenei di Masyhad, Iran pada Kamis 9 Juli 2026," kata Muzani, Selasa.
Eks Sekjen Gerindra itu mengatakan rencana keberangkatannya bersama Sugiono tengah dimatangkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Kehadiran kami merupakan representasi resmi pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia yang turut berduka cita atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatulloh Khamenei," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Iran Sebut Jet Tempur AS di Atas Selat Hormuz Mengancam Keamanan Regional
Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Aristo Setiawan




