Situasi Memanas! Iran Bersumpah Habisi Tentara AS Jika Berani Invasi

eranasional.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Iran melayangkan ultimatum keras kepada Amerika Serikat (AS) dengan ancaman konsekuensi yang fatal.

Langkah ini diambil menyusul aksi serangan udara terbaru dari pihak militer AS yang dinilai telah mencederai kesepakatan gencatan senjata antar kedua belah negara.

Menanggapi pernyataan Presiden Donald Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara mengenai rencana operasi militer ke Pulau Kharg, Ebrahim Rezaei selaku juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, memberikan peringatan yang sangat berani.

“Tidak akan ada satu pun tentara Amerika yang pulang dalam keadaan hidup. Silakan datang, kami menunggu kalian,” tegas Rezaei melalui pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera.

Tidak hanya dari pihak parlemen, ket ketegangan juga disuarakan oleh penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee.

Melalui platform digital X, tokoh yang dikenal sebagai orang kepercayaan Mojtaba Khamenei ini menegaskan komitmen negaranya untuk melakukan aksi balasan yang jauh lebih masif.

Rezaee mengutip sebuah ayat suci Al-Qur’an mengenai hak untuk membela diri secara setara:

Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia dengan cara yang sama sebagaimana ia menyeran kamu.

Ia menambahkan bahwa pihak agresor beserta seluruh aliansinya dipastikan akan menerima balasan yang sangat setimpal.

Kronologi Pelanggaran Kesepakatan

Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer AS meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah selatan Iran pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/8).

Pihak Washington mengeklaim operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Teheran yang dianggap masih mengganggu lalu lintas kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.

Sebaliknya, Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menuduh Amerika Serikat telah secara sepihak melanggar Nota Kesepahaman (MoU) serta kesepakatan damai yang baru saja ditandatangani pada Juni lalu sebuah regulasi yang awalnya dirancang untuk mengakhiri konflik bersenjata sejak Februari. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Potensi Banjir Pesisir Jakarta pada 9-16 Juli di 12 Wilayah Ini
• 7 jam laludetik.com
thumb
Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026, Ini Perubahan Ranking FIFA Terbaru
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
KPK Sita SGD12.000 dari Ketua DPRD Kuansing, Diduga Terkait Amplop untuk Menhut Raja Juli
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kurs Rupiah Melemah Karena Adanya Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DEN Ungkap Skema Jika Pasokan Gas HGBT Tak Mencukupi
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.