IPO PRDL Oversubscribed 709,9 Kali, Investor Ritel Raih Jatah 1 Lot Saham

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026).

PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) menuntaskan proses penjatahan efek dan distribusi saham pada Rabu (8/7/2026). Hal tersebut menandai langkah berikutnya berupa pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026).

Sucor Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek tunggal menyatakan, permintaan atas saham IPO PRDL selama masa penawaran umum (offering) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 709,93 kali untuk penjatahan terpusat (pooling allotment). Terdapat 1.273.678 antrean pemesanan lewat sistem e-IPO.

Baca Juga:
Proline (PRDL) Melantai Perdana di BEI Hari Ini, Jadi Emiten ke-6 yang IPO pada 2026

Mengacu data BEI, oversubscription untuk seluruh penjatahan efek mencapai 142,87 kali dengan 803.414 SID berpartisipasi. Dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 522,9 juta saham, permintaan yang masuk sekitar 74,18 miliar saham.

Direktur Utama Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan, tingginya permintaan pada IPO PRDL mencerminkan minat investor terhadap emiten yang memiliki fundamental usaha dan prospek pertumbuhan bisnis yang dinilai menjanjikan. 

Baca Juga:
Jelang Listing, IPO PRDL Catat Oversubscribed Lebih dari 700 Kali

"Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Bernad, pencatatan saham PRDL diharapkan menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran emiten baru berkualitas dinilainya dapat memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan investor institusi.

Tingginya permintaan ditambah target dana penawaran umum yang tidak terlalu besar membuat penjatahan untuk investor ritel sangat kecil. Pemesan di bawah Rp100 juta hanya memperoleh 100 saham atau 1 lot saja.

Sementara mereka yang memesan di atas Rp100 juta, memperoleh penjatahan efek 0,18 persen dari total pemesanan. Sebagai contoh, jika memesan Rp101 juta, maka saham yang didapat sekitar 16 lot.

Proline menerbitkan 522,9 juta di mana 497,9 juta ditawarkan kepada publik dan 25 juta diperuntukkan bagi program Employee Stock Allocation (ESA). Dengan harga final IPO Rp120, maka perseroan meraih dana penawaran umum Rp62,75 miliar.

Sebagian besar dana hasil IPO yakni 62 persen akan digunakan untuk melunasi sebagian utang bank. Sisanya dialokasikan untuk belanja modal dan kebutuhan modal kerja guna mendukung operasional.

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja mengatakan, pencatatan saham perdana Proline menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis pada industri alat kesehatan nasional. 

"IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," katanya.

Cristina optimistis dana hasil IPO akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha, yang diharapkan meningkatkan kontribusi PRDL terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional dalam jangka panjang.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Health Minister Targets Domestic Production of 15 Vaccine Antigens by 2029
• 53 menit lalumetrotvnews.com
thumb
LPS Nilai Skema Penjaminan Simpanan dan Polis tak Diperlukan di PFII
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke 5.885, Rupiah Melemah di Rp 18.101 per Dolar AS
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ruben Onsu Ingin Rebut Hak Asuh Anak, 3 Hal Ini Bisa Buat sang Presenter Menang Gugatan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Menggulir Layar Tanpa Henti Melelahkan Otak? Olahraga Bisa Menjadi Penangkal
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.