Grid.ID - Remaja diduga bundir di Bengawan Solo sampai tim SAR turun tangan. Sosoknya ternyata malah pergi ke Yogyakarta.
Seorang remaja asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar diduga hilang di Sungai Bengawan Solo sekitar Jembatan Jurug. Namun ujungnya justru di luar dugaan.
Berikut kronologi remaja diduga bundir di Bengawan Solo sampai tim SAR turun tangan. Sosoknya ternyata malah pergi ke Yogyakarta.
Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian terhadap Mikel (15), remaja asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang diduga hilang di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di sekitar Jembatan Jurug, pada Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, personel SAR melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari keberadaan korban.
Mikel dilaporkan hilang setelah salah seorang temannya melintas di bawah Jembatan Jurug sekitar pukul 02.00 WIB. Di lokasi tersebut, ditemukan sebuah telepon genggam dan sepasang sandal di tepi sungai.
Penemuan barang-barang itu kemudian dilaporkan ke Polsek Jaten. Polisi selanjutnya menghubungi pihak keluarga guna memastikan identitas pemiliknya.
Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui belum pulang ke rumah sejak dini hari. Ia diduga terpeleset hingga jatuh dan terseret arus Sungai Bengawan Solo.
Operasi pencarian resmi dimulai pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dan direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Sekitar 50 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Solo, Kamal Riswandi, mengatakan pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Beragam perlengkapan juga dikerahkan, mulai dari perahu karet, peralatan selam, perlengkapan pertolongan pertama, hingga perangkat komunikasi lapangan.
Tim penyelam bersama personel lainnya menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Mengingat arus Sungai Bengawan Solo cukup deras, seluruh proses pencarian dilakukan dengan penuh kewaspadaan.
Dari hasil penyelaman awal, kedalaman sungai di lokasi pencarian diperkirakan berkisar antara 3 hingga 4 meter.
"Pencarian hari ini jarak 500-600 meter dari lokasi kejadian," katanya, Jumat siang, dikutip dari Kompas.com.
Koordinator lapangan operasi pencarian, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa personel melakukan penyelaman di tiga titik berbeda dalam operasi hari ini. Selain itu, tim SAR juga menyusuri aliran sungai sebagai upaya memperluas area pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.
"Ada dua Tim SRU (Search dan Rescue Unit) yang dikerahkan untuk penyelaman dan penyisiran hari ini," terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selanjutnya, Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, yang mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, mengungkapkan bahwa keberadaan SMP akhirnya diketahui setelah temannya, Vito, menerima pesan melalui fitur direct message (DM) di TikTok. Dalam pesan tersebut, SMP memberi tahu Vito bahwa dirinya sedang berada di wilayah Yogyakarta.
"Keberadaannya diketahui oleh keluarga setelah salah satu temannya bernama Vito di-DM TikTok oleh SMP bahwa dirinya berada di Jogja," kata Mulyadi, Rabu (8/7/2026), dikutip dari TribunSolo.com.
Mulyadi mengatakan, SMP berada di Yogyakarta untuk mencari pekerjaan.
Dia mengatakan, setelah mendapatkan kabar keberadaan SMP, pihak keluarga kemudian mengajak SMP pulang ke rumah.
"Melalui akun TikTok Vito, SMP dirayu akan memberikan alamat bila yang menjemput bapak kandung SMP. Kemudian SMP mengirimkan lokasi di mana berada," ungkap dia.
Ia menjelaskan, setelah mengetahui keberadaan SMP di Yogyakarta, sang ayah langsung berangkat untuk menjemput putranya pada Rabu (8/7/2026). Sekitar pukul 03.00 WIB, ayah SMP berangkat menggunakan kereta api menuju Stasiun Tugu Yogyakarta.
Setibanya di Stasiun Tugu, ia langsung bertemu dengan SMP yang telah menunggu di lokasi. Setelah itu, keduanya kembali ke Karanganyar untuk pulang ke rumah.
"SMP merasa takut untuk kembali pulang karena melihat kabar dirinya bunuh diri di Sungai Bengawan Solo," kata dia. (*)
Artikel Asli




