HARIAN.FAJAR.CO.ID, MILAN—Perang penawaran sedang berkecamuk untuk salah satu target bek tengah utama Juventus.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Juventus membutuhkan peningkatan di seluruh skuad tahun ini, dengan salah satu posisi yang tampaknya mereka fokuskan adalah bek tengah.
Juventus telah dikaitkan dengan beberapa bek tengah menjelang dimulainya bursa transfer, termasuk mantan pemain akademi Tarek Muharemovic, tetapi nama lain yang juga menjadi sorotan adalah Jhon Lucumí dari Bologna.
Sayangnya, pemain internasional Kolombia ini mulai menarik perhatian tim lain juga.
Profil Lucumí telah meningkat selama beberapa tahun terakhir di Bologna. Ia tampil tangguh, bermain dalam 123 pertandingan Serie A sejak tiba di Emilia-Romagna dari Genk pada tahun 2023.
Dikutip dari BWRAO, ia juga bermain dalam 17 pertandingan Eropa selama dua tahun terakhir.
Jhon Lucumi telah menghabiskan beberapa tahun terakhir sebagai pemain yang selalu mengganggu Juventus, terutama menjadi duri dalam daging bagi Dusan Vlahovic.
Ia semakin menarik perhatian di Piala Dunia, di mana tim Kolombia-nya baru saja tersingkir oleh Swiss melalui adu penalti pada hari Selasa.
Menurut pakar transfer veteran Alfredo Pedulla, hal itu telah menarik perhatian lebih banyak klub, termasuk juara bertahan Serie A Inter Milan, yang membutuhkan penguatan di lini belakang setelah klub tersebut mengizinkan pemain veteran Francesco Acerbi dan Stefan De Vrij pergi setelah kontrak mereka berakhir.
Biasanya, pemain yang tampil solid di Piala Dunia cenderung memicu perang penawaran.
Mengingat situasi keuangan Juve, kehadiran tim-tim seperti Inter, Besiktas, dan terutama tim Liga Primer seperti Bournemouth akan menjadi situasi yang mengerikan.
Tetapi Lucumí adalah pengecualian. Dia memasuki tahun terakhir kontraknya dan kontraknya memiliki klausul pelepasan sebesar €28 juta, jadi persaingan, setidaknya dari perspektif biaya transfer, jauh lebih seimbang daripada biasanya.
Tentu saja, tim lain yang mengejar Lucumí masih bisa menawar lebih tinggi dari Juve dalam hal gaji (terutama klub-klub Liga Primer) dan absennya mereka dari Liga Champions adalah pukulan lain bagi mereka.
Namun dalam situasi seperti ini, seringkali semuanya bergantung pada seberapa meyakinkan klub dalam meyakinkan seorang pemain.
Jadi, jika Juve membujuk pemain berusia 28 tahun itu dengan cara yang tepat, mereka masih bisa mendapatkannya.
Akan ada lebih banyak perkembangan dalam perburuan ini seiring berjalannya musim panas, tetapi dengan Kolombia tersingkir dari Piala Dunia dan klausul pelepasan yang membatasi daya tawar Bologna, penyelesaian mungkin akan segera terjadi. (amr)





