VIVA – Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan timnya tidak datang untuk mengulang cerita lama saat menghadapi Prancis di perempat final Piala Dunia 2026. Singa Atlas justru mengusung misi balas dendam setelah disingkirkan Les Bleus pada edisi sebelumnya.
Empat tahun lalu di Qatar, perjalanan sensasional Maroko harus terhenti di semifinal usai kalah 0-2 dari Prancis. Kini, kedua tim kembali dipertemukan di panggung Piala Dunia, dan Ouahbi yakin hasilnya akan berbeda.
Menurutnya, Maroko saat ini bukan lagi tim yang sama seperti pada 2022. Begitu pula dengan Prancis yang juga mengalami banyak perubahan.
"Setiap pertandingan berbeda, memiliki konteksnya sendiri, dan tidak akan sama seperti 2022," ujar Ouahbi, dikutip dari Reuters.
Pelatih berusia 49 tahun itu menilai perkembangan kedua tim membuat laga nanti sulit diprediksi. Ia percaya skuad yang dipimpin Achraf Hakimi memiliki kualitas untuk menghentikan langkah Prancis.
"Yang penting adalah sekarang kami memiliki tim yang berbeda. Kami juga akan menghadapi Prancis yang berbeda dari empat tahun lalu. Kedua tim bahkan punya kualitas lebih baik dan itu lumrah karena kami adalah dua federasi yang berbeda, dua negara yang bekerja sama dengan sangat baik," katanya.
Ouahbi juga menolak anggapan bahwa keberhasilan Maroko menembus perempat final sudah menjadi prestasi luar biasa. Baginya, Singa Atlas datang ke Amerika Utara dengan ambisi yang jauh lebih besar.
"Prancis mungkin favorit, tetapi kami akan melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk memenangkan laga. Berada di tahap ini bukanlah bonus. Bonus sebenarnya adalah menjuarai Piala Dunia," tegasnya.
Perjalanan Maroko menuju delapan besar memang impresif. Setelah lolos dari fase grup, mereka menyingkirkan Belanda sebelum mengalahkan Kanada dengan penampilan yang meyakinkan di babak 16 besar.
Di sisi lain, Prancis juga tampil garang. Les Bleus lebih dulu mengatasi perlawanan Swedia sebelum mengandaskan Paraguay untuk memastikan tiket ke perempat final.
Laga panas Prancis kontra Maroko akan digelar pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.00 WIB di Stadion Boston, Massachusetts. Pertemuan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling sengit di perempat final Piala Dunia 2026, dengan aroma balas dendam yang masih membara dari kubu Singa Atlas.





