Chery Percepat Pengembangan Baterai Solid-State, Ajukan Paten Teknologi Baru

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
Wuhu: Chery terus mempercepat pengembangan teknologi baterai solid-state melalui divisi powertrain miliknya. Pabrikan asal China tersebut baru saja mengajukan paten terbaru terkait lapisan permukaan elektrolit sulfida yang diklaim mampu mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan baterai generasi berikutnya.
 
Dokumen paten dengan nomor publikasi CN122348252A telah didaftarkan ke National Intellectual Property Administration (NIPA) China, dikutip dari Carnewschina. Teknologi ini menjadi fondasi bagi pengembangan baterai solid-state yang nantinya akan digunakan pada lini kendaraan listrik premium Chery di masa mendatang.
 
Pengembangan tersebut berfokus pada peningkatan stabilitas antarmuka (interface) di dalam sel baterai yang selama ini menjadi salah satu kendala utama pada baterai solid-state berbasis elektrolit sulfida. Gunakan Lapisan Kimia untuk Menjaga Stabilitas Sel Dalam paten terbarunya, jenama asal China itu mengembangkan mekanisme ikatan kimia yang memungkinkan lapisan fungsional diterapkan langsung pada permukaan elektrolit sulfida. Baca Juga:
Iron Pipe 2026 Jadi Magnet Penggemar Kustom Kultur
Pendekatan ini berbeda dengan metode konvensional yang masih mengandalkan batas fisik antar material. Melalui ikatan molekuler secara langsung, struktur baterai diklaim lebih mampu mempertahankan kestabilannya ketika ion litium bergerak selama proses pengisian daya berkecepatan tinggi.

Teknologi tersebut juga dirancang untuk mengurangi degradasi struktur sel sekaligus menjaga proses perpindahan ion tetap merata di seluruh area antarmuka. Dengan demikian, hambatan internal pada baterai dapat ditekan sehingga performa dan umur pakai baterai berpotensi meningkat. Fokus Atasi Hambatan Baterai Solid-State Menurut pabrikan, hambatan pada antarmuka sel masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan baterai solid-state berbasis sulfida.
 
Untuk mengatasinya, perusahaan memanfaatkan kelompok fungsi (functional groups) pada lapisan pelapis guna mengatur performa elektrokimia serta menjaga stabilitas perpindahan ion lithium selama baterai beroperasi. Strategi tersebut sejalan dengan berbagai produsen baterai dan otomotif di Chinayang juga tengah berlomba mengembangkan solusi serupa.
 
Sebelumnya, BYD juga diketahui mengembangkan paten baterai solid-state berbasis sulfida yang berfokus pada peningkatan stabilitas titik kontak antar sel terhadap degradasi akibat panas. Sementara itu, CATL turut memperkenalkan rancangan antarmuka khusus yang bertujuan menjaga kestabilan aliran ion pada baterai solid-state berbasis sulfida. Baca Juga:
Baterai CATL Tectrans II, Isi Daya Kurang dari 9 Menit
Meski memiliki tujuan yang sama, pendekatan Chery mengandalkan metode pelapisan kimia yang dikembangkan secara mandiri. Target Produksi Percobaan pada 2027 Pengajuan paten ini juga sejalan dengan roadmap industri kendaraan listrik Chinayang menargetkan dimulainya produksi percobaan kendaraan berbasis baterai solid-state pada 2027.
 
Sebelumnya, Chery telah memperkenalkan baterai solid-state hasil pengembangan internal bernama Rhino S dalam konferensi teknologi baterainya. Baterai tersebut ditargetkan mampu mencapai kepadatan energi hingga 600 Wh/kg, jauh lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional yang digunakan saat ini.
 
Teknologi tersebut diproyeksikan menjadi sumber tenaga berbagai model kendaraan listrik premium Chery dalam beberapa tahun mendatang. Didukung Ribuan Paten Secara korporasi, Chery memiliki basis riset yang kuat di Wuhu, China, dengan modal terdaftar mencapai 5,8 miliar yuan atau sekitar USD854,9 juta. Berdasarkan data perusahaan, Chery telah mengantongi 27.153 paten serta memiliki investasi langsung pada 68 perusahaan yang bergerak di sektor otomotif maupun rantai pasok industri.
 
Strategi tersebut memungkinkan Chery mengembangkan teknologi kimia baterai secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pemasok sel baterai. Baca Juga:
Wuling Pastikan Aira EV Langsung Diproduksi di Pabrik Cikarang Komersialisasi Masih Membutuhkan Waktu Meski pengembangan teknologi terus dipercepat, penerapan baterai solid-state secara massal masih diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
 
CATL sebelumnya juga menyampaikan bahwa komersialisasi penuh baterai solid-state masih menghadapi berbagai tantangan, terutama tingginya biaya produksi dan kompleksitas proses manufaktur.
 
Akibatnya, penggunaan baterai dengan kepadatan energi tinggi diperkirakan masih akan terbatas pada kendaraan listrik premium sebelum akhirnya dapat diterapkan secara luas di segmen massal.
 
Di sisi lain, tingkat kematangan teknologi juga masih terus berkembang. Laporan sebelumnya menyebutkan teknologi baterai solid-state CATL saat ini masih berada pada level empat dari sembilan tingkat kematangan teknologi, sehingga seluruh ekosistem industri masih memerlukan proses validasi sebelum memasuki produksi skala besar.
 
Melalui paten terbaru ini, Chery berupaya mempercepat pengembangan baterai solid-state sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamensos Tegaskan Percepatan Program Sekolah Rakyat Harus Sesuai Mekanisme
• 1 jam laludetik.com
thumb
Bansos PKH-BPNT Kuartal 3 Diperkirakan Cair Mulai 20 Juli 2026, Ini Cara Cek Penerima
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Wujudkan Swasembada Pangan, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Perkuat Kolaborasi dengan Penyuluh Pertanian
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini 10-11 Juli 2026, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Fraksi PKS MPR Bedah Ekonomi Syariah sebagai Solusi Masalah Ekonomi Negara
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.