JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan Siklon Tropis BAVI terus menunjukkan penguatan.
Berdasarkan pembaruan yang diumumkan melalui akun Instagram @infobmkg, pada Kamis, 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, sistem tersebut kini berada di Laut Filipina, tepatnya di timur laut Filipina, dan diperkirakan tetap bertahan dengan intensitas kategori 4 dalam 24 jam ke depan.
Siklon Tropis BAVI berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 2 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, sistem ini memasuki wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis BAVI diprediksi tetap persisten dengan intensitas kategori 4. Siklon tersebut juga diperkirakan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Baca Juga: Hampir Seluruh Wilayah Jawa Timur Masuk Musim Kemarau 2026, Ini Imbauan BMKG
Meski tidak berdampak langsung terhadap wilayah Indonesia, keberadaan Siklon Tropis BAVI tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah daerah hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
BMKG mengingatkan adanya potensi angin kencang di sebagian wilayah:
- Sulawesi Utara
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang dipicu oleh pengaruh siklon tersebut.
Untuk tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) berpotensi terjadi di:
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua
Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter (rough sea) berpotensi terjadi di:
- Laut Maluku
- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- siklon tropis bavi
- gelombang tinggi
- bmkg
- angin kencang
- gelombang tinggi 9 juli 2026
- cuaca 9 juli 2026





