Terkini, Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar terus memperkuat mutu pendidikan. Salah satu capaian terbarunya adalah keberhasilan lima program studi meraih akreditasi Unggul.
Lima program studi tersebut yakni Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Profesi Apoteker, S1 Kebidanan, dan Profesi Bidan.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., mengatakan capaian tersebut menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Alhamdulillah, baru-baru ini lima program studi kami telah meraih akreditasi Unggul,” ujar Dewi Setiawati kepada Makassar Terkini, Kamis 9 Juli 2026.
Menurutnya, predikat Unggul tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan setiap program studi.
“Akreditasi Unggul merupakan nilai yang mencerminkan bahwa program-program studi di bawah FKIK UIN Alauddin Makassar memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik,” katanya.
Saat ini, FKIK UIN Alauddin Makassar memiliki 10 program studi, yakni Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, Keperawatan, Profesi Ners, Farmasi, Profesi Apoteker, D3 Kebidanan, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, dan Kesehatan Masyarakat.
Dengan lima program studi yang telah meraih predikat Unggul, FKIK kini mempersiapkan empat program studi lainnya untuk menghadapi proses akreditasi pada 2026–2027.
“Ada empat program studi kami yang akan menjalani proses akreditasi. Saat ini kami sedang melakukan berbagai persiapan. Mohon doanya agar semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dewi berharap peningkatan kualitas dan capaian akreditasi tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap FKIK UIN Alauddin Makassar.
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah institusi pendidikan, khususnya ketika masyarakat menentukan tempat terbaik bagi putra-putrinya untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Dengan semakin banyaknya program studi yang meraih akreditasi Unggul, tentu kami berharap kepercayaan masyarakat juga semakin meningkat. Masyarakat dapat semakin percaya untuk menitipkan anak-anaknya menempuh pendidikan di FKIK UIN Alauddin Makassar,” jelasnya.
Integrasikan Profesionalisme dan Nilai Keislaman
Selain memperkuat mutu akademik, FKIK UIN Alauddin Makassar memiliki kekhasan berupa integrasi antara kompetensi profesional dan nilai-nilai keislaman.
Dewi mengatakan, fakultas yang dipimpinnya menargetkan lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga berakhlak dan memiliki integritas spiritual.
“Kekhasan FKIK UIN Alauddin Makassar adalah integrasi keislaman. Kami memiliki target menghasilkan alumni dan tenaga kesehatan yang profesional sekaligus Islami,” tuturnya.
Menurutnya, akhlak menjadi bagian penting dalam pendidikan calon tenaga kesehatan. Sebab, profesi di bidang kesehatan tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menekankan bagaimana akhlak mereka sebagai tenaga kesehatan. Jadi, selain profesionalisme dan kompetensi, integritas serta nilai-nilai spiritual juga menjadi hal yang sangat kami tekankan kepada mahasiswa,” tambahnya.
Setiap program studi juga memiliki fokus dan kekhasan masing-masing. Pendidikan Dokter, misalnya, memiliki fokus pada kesehatan ibu dan anak.
Sementara itu, Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker mengembangkan kekhasan di bidang Tibbun Nabawi.
Dosen dan mahasiswa aktif melakukan penelitian terhadap tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan.
“Mereka sangat produktif melakukan penelitian dan mengembangkan produk-produk herbal yang bersumber dari tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an untuk dikembangkan menjadi obat maupun suplemen,” jelas Dewi.
Penguatan akreditasi, profesionalisme, dan integrasi nilai-nilai keislaman tersebut menjadi bagian dari upaya FKIK UIN Alauddin Makassar membangun pendidikan kedokteran dan kesehatan yang berkualitas sekaligus memiliki karakter.



