PLN Sebut Kebocoran Boiler PLTU Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

PT PLN (Persero) menyatakan kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat Mukhlis Zarkasih mengatakan gangguan ini menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan Kalimantan Barat.

“Akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal,” kata Mukhlis kepada Katadata.co.id, Rabu malam (8/7).

Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN mengatur operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan operasional. 

“Adapun kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman,” ujarnya.

Proses Perbaikan Butuh Waktu Satu Minggu

Mukhlis mengatakan PLN mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik, dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang tersedia. PLN juga menambah pasokan listrik dengan pengoperasian pembangkit dari mitra kerja, sehingga meminimalkan dampak kepada pelanggan.

“Adapun proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan,” ucapnya.

Dia mengatakan PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung,” katanya.

Tambah Pasokan Batu Bara PLTU

Pemadaman listrik tak hanya dialami Kalimantan, masalah ini juga terjadi di wilayah Pulau Jawa pada Juni 2026. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengklaim sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026.

PT PLN (Persero) menyebut telah mendapatkan alokasi tambahan pasokan batu bara kalori 4.500 GAR atau medium untuk PLTU dengan total 16,8 juta ton hingga Desember 2026. 

Dia mengatakan tambahan pasokan ini dialokasikan khusus dari Kementerian ESDM untuk PLN, untuk mengatasi masalah pemadaman bergilir yang terjadi beberapa waktu lalu. Tambahan pasokan ini di luar dari jumlah alokasi domestic market obligation (DMO) yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“(Jumlahnya) 1,8 juta ton untuk suplai Juli, dan 3 juta ton per bulan dari Agustus hingga Desember,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7).

Dia menyebut dengan jumlah pasokan ini maka sistem kelistrikan memiliki tambahan daya mampu pasok sebesar 5 gigawatt (GW) di atas 35,9 GW.  “Ini tentu saja membuat sistem di Jawa yang tadinya memang kami mengakui ada pemadaman bergilir, ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal,” ujarnya. 

PLN mengakui sempat terjadi penurunan produksi batu bara nasional, khususnya yang memiliki jenis kalori tinggi. Saat ini produksi batu bara Indonesia didominasi oleh batu bara kalori rendah.

“Dengan adanya (tambahan pasokan) kendala penyediaan energi listrik yakni pemadaman bergilir yang sempat terjadi bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trailer Film Dune Part Three Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Perubahan Desil Penerima KIP Kuliah, Gus Ipul Sebut Masih Bisa Dimutakhirkan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kortastipidkor Polri Sita Aset Senilai Rp 476 Miliar dari Rumah di Sentul
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
AS Kembali Serang Iran Saat Pemakaman Khamenei Masih Berlangsung, Trump Sebut MoU "Berakhir"
• 9 jam lalunarasi.tv
thumb
IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Sentuh Rp 18.066 per Dolar AS
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.