JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau agar warga di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin agar mengenakan masker.
"Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma atau penyakit paru," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).
TPA tersebut beralamat di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Baca juga: Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Kesembilan: Titik Api Tersisa 30 Persen
Aji mengingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau rumah jika tidak mendesak dan tutup pintu serta jendela dengan rapat.
Selain itu, Kemenkes menganjurkan warga untuk perbanyak minum air putih dan hindari asap rokok agar iritasi saluran napas tidak bertambah berat.
Dari 210 warga yang mengungsi, 72 di antaranya telah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terdampak asap kebakaran.
"Jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, atau mata perih, dan keluhan memburuk atau tidak membaik setelah tiga hari, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat," kata Aji.
Baca juga: Peduli Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, TP PKK Salurkan Bantuan Logistik
Perkembangan penanganan kebakaran TPA JatiwaringinKebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum sepenuhnya padam hingga memasuki hari kesembilan, Rabu (8/7/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar.
Pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.
Sementara itu, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengungkapkan, sebanyak 210 warga terpaksa mengungsi akibat kepulan asap.
Maesyal mengatakan, sebanyak 72 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terdampak asap kebakaran.
"Kami bersama juga dengan Dinas Kesehatan, bersama juga dengan Puskesmas terus mengikuti perkembangan ini. Bahkan Dinas Kesehatan stay di posko-posko yang sementara ini menjadi tempat pengungsian," tutur Maesyal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



