Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda), khususnya Kepala Dinas Pertanian, untuk memperkuat kolaborasi dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, sinergi yang erat antara pengambil kebijakan dan penyuluh menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Advertisement
"Tidak ada orang yang bisa berhasil tanpa kerja sama, oleh sebab itu tetap jaga kekompakan dan mau merangkul serta mendengarkan teman-teman penyuluh," ujarnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Tomsi menjelaskan, pemerintah saat ini menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan nasional. Karena itu, Pemda diminta menyelaraskan program dan kebijakan pembangunan pertanian dengan target nasional tahun 2027.
Adapun sasaran yang harus dicapai antara lain peningkatan produksi padi hingga 55.273.025 ton, penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 5.981.316 hektare, serta optimalisasi operasional 5.829 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di berbagai daerah.




