JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenang masa-masa sulit yang pernah dialaminya saat merantau ke Jakarta ketika masih muda.
Cerita itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara Santunan Muharam Belanja Bersama Anak Yatim yang diselenggarakan Baznas (Bazis) DKI Jakarta di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).
Menurut Pramono, lokasi acara tersebut menyimpan kenangan tersendiri karena berdekatan dengan kantor lamanya saat menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Baca juga: Pramono Minta Anak Yatim Diprioritaskan Terima KJP: Modal Mereka Bisa Sekolah Sebaik-baiknya
"Terus terang ketika diputuskan diambil di tempat ini, tempat ini sebenarnya punya nostalgia dengan diri saya pribadi. Karena saya kantornya di sebelah sini," kata Pramono.
Ia mengaku pernah melewati masa-masa sulit selama tinggal di Jakarta.
Bahkan, karena keterbatasan ekonomi saat itu, ia sampai hafal tenant-tenant yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
"Cukup lama dulu waktu masih muda, zaman susah-susahnya di Jakarta. Sampai saya hafal dulu tenant-tenant di sini karena untuk makan pun susah. Pasti semua orang mengalami fase-fase itu," ujar Pramono.
Baca juga: Pramono Ingin 5.000 Anak Ikut Khitanan Massal pada HUT 5 Abad Jakarta
Pengalaman tersebut, lanjut Pramono, membuatnya memahami perjuangan masyarakat yang hingga kini masih menghadapi kesulitan ekonomi.
Karena itu, ia mengapresiasi Baznas (Bazis) DKI Jakarta yang menggelar program Santunan Muharam Belanja Bersama Anak Yatim.
Menurut dia, program tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan.
"Saya memberikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) kegiatan yang sangat baik ini," kata Pramono.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas (Bazis) DKI Jakarta memberikan santunan kepada 3.440 anak yatim dalam rangka menyemarakkan Muharam 1448 Hijriah.
Baca juga: Pramono: Penataan Kabel Semrawut Tak Bisa Sekaligus karena Persoalannya Kompleks
Pramono berharap program-program sosial seperti itu terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.
Ia juga meminta agar anak-anak yatim diprioritaskan menerima bantuan pendidikan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
"Termasuk di ruangan ini yang 150 saya harapkan mereka sudah menerima KJP. Kalau belum nanti saya harapkan kepada Dinas Pendidikan dan juga Dinas Sosial untuk mereka diprioritaskan menerima KJP Provinsi DKI Jakarta," ujar Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




