EtIndonesia.com Longsor yang terjadi di Kabupaten Dangchang, Provinsi Gansu, Tiongkok, menyebabkan 33 orang tertimbun. Menurut laporan resmi pemerintah, hingga pagi 8 Juli, sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, topan yang melanda Provinsi Hubei telah menyebabkan sedikitnya 11 orang tewas.
Menurut laporan, sekitar pukul 06.56 pagi pada 7 Juli, terjadi longsor di Desa Rencang, Kecamatan Nanhe, Kabupaten Dangchang, Kota Longnan, Provinsi Gansu. Sebanyak 33 orang tertimbun material longsor.
Pemerintah Kota Longnan mengumumkan pada pagi 8 Juli bahwa hingga pukul 08.00, seluruh korban yang tertimbun telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut:
- 21 orang meninggal dunia
- 7 orang mengalami luka ringan
- 5 orang selamat tanpa mengalami cedera
Laporan menyebutkan bahwa 33 korban berasal dari Desa Rencang, Desa Gaoqiao, dan Desa Rushu di Kecamatan Nanhe.
Lokasi longsor berada di antara Shangzhuang dan Dala, Kecamatan Nanhe. Wilayah tersebut memiliki medan yang curam. Longsoran memiliki panjang sekitar 130 meter, luas sekitar 5.400 meter persegi, dan volume material sekitar 10.000 meter kubik. Longsor tersebut dikategorikan sebagai longsor tanah lapisan dangkal, dan di sekitar lokasi tidak terdapat pemukiman penduduk.
Media daratan Tiongkok Jimu News mengutip keterangan seorang warga setempat yang mengatakan bahwa para korban sedang bekerja membersihkan pohon-pohon mati di kawasan pegunungan. Mereka merupakan pekerja harian sementara yang berasal dari desa-desa sekitar, dengan upah sekitar 140 yuan per hari. Sebagian besar korban berusia sekitar 40 hingga 50 tahun.
Di sisi lain, Provinsi Hubei diterjang topan yang sangat kuat pada malam 6 Juli. Menurut data resmi, bencana tersebut telah menyebabkan setidaknya 11 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dinyatakan hilang.
Pada hari yang sama, Bendungan Liulan di Kota Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, mengalami jebol.
Pemerintah Kota Nanning dalam laporan yang dirilis pada pagi 7 Juli menyatakan bahwa hingga pukul 11.00, di Kota Hengzhou tercatat:
- 4 orang meninggal dunia
- 8 orang hilang
- 84.700 orang terdampak bencana
Dikarenakan pemerintah PKT sering dituduh tidak mengungkapkan data bencana secara lengkap, sebagian pihak di luar negeri meragukan angka resmi tersebut dan berpendapat bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi daripada yang diumumkan pemerintah.
Sumber : NTDTV.com





