Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengelola jaringan RS Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) tengah dalam rencana membangun dua rumah sakit baru di kawasan Jakarta.
Presiden Direktur SRAJ Navin Sonthalia, menerangkan rencana tersebut tengah dalam proses kajian. Menurutnya, terdapat peluang Mayapada menambah RS baru di luar 3 RS lainnya yang telah terbangun di Jakarta.
”Ini adalah sesuatu yang sedang kami kaji, bahwa di Jakarta kami merasa bahwa ada ruang untuk menambah satu atau dua rumah sakit. Kami akan cari tanah atau partner yang bisa bekerja sama dengan kami untuk mulai membangun rumah sakit,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Adapun saat ini, Mayapada telah mengoperasikan total 3 rumah sakit di kawasan Jakarta. Ketiga RS tersebut berlokasi di Lebak Bulus dan Kuningan, Jakarta Selatan; dan Cakung, Jakarta Timur.
Mayapada Hospitals Jakarta Timur (MHJT) baru saja diresmikan hari ini, Kamis (9/7/2026) dan disebut memiliki kapasitas sebanyak 107 beds. Pembangunan MHJT ditaksir menelan biaya mencapai Rp400—Rp600 miliar.
Navin menerangkan, saat ini pihaknya juga tengah dalam proses membangun Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus. Tower anyar itu disebut memiliki luas sekitar 90.000 meter persegi. Pembangunan tower ini bahkan disebut membutuhkan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.
Baca Juga
- RS Mayapada (SRAJ) Bukukan Rugi jadi Rp199 Miliar pada 2025
- Kaleidoskop 2025: Geliat Private Placement Garuda (GIAA) hingga SRAJ
- Mayapada Hadirkan Standar Global Operasi Lutut di Indonesia
”Dengan tower 1, 2, dan 3, totalnya bisa sekitar 190.000 meter persegi. Sekitar 450 bed yang bisa diekspansi lagi, ini akan menjadi rumah sakit swasta terbesar di Indonesia [yang berada] di satu lokasi,” tambah Navin.
Ekspansi juga dilakukan terhadap RS Mayapada di Tangerang dan Surabaya dengan masing-masing menambah 1 tower. Mayapada juga disebut bakal membangun rumah sakit internasional di KEK Kesehatan Batam yang diprediksi mulai beroperasi pada 2028.
”Ada juga rencana di masa depan sekitar tahun 2029 untuk bangun satu rumah sakit lagi di Surabaya,” tambahnya.
Direktur SRAJ Dini Handayani, menerangkan selain ekspansi fisik, pihaknya juga berupaya menerapkan standar internasional di seluruh jaringan rumah sakit Mayapada. Harapannya, standarisasi itu dapat meningkatkan minat pasien dalam berobat di dalam negeri.
”Jadi nanti setiap standar dari layanan RS Mayapda akan menjadi standar internasional, yang juga digunakan oleh seluruh unit Mayapada Grup. Mudah-mudahan dengan adanya standar itu, masyarakat dapat melihat bahwa apa yang kami lakukan di sini sudah setara dengan apa yang dilakukan di luar negeri,” katanya, Kamis (9/7/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





