Diduga jadi Korban Bullying, Kasus Dugaan Pembakaran Santri di NTB Naik ke Tahap Penyidikan dengan Alasan Ini

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvonenews.com- Kasus dugaan pembakaran santri di NTB masih menjadi misteri. Sebab siapa pelaku dan apa motifnya sampai saat ini masih belum diketahui.

Muncul dua spekulasi di tengah publik, dan media sosial soal kasus dugaan pembakaran santri di NTB, yaitu korban bullying dan kelalaian santri. Namun sejauh ini masih menunggu dari pihak Kepolisian.

Tim Kepolisian Nusa Tenggara Barat telah mendalami kasus ini. Infonya pihak korban sudah melaporkan sejak Juni 2026.

ilustrasi KPAI Soroti Nasib Korban Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Dua Anak Terkendala Biaya Pengobatan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Menurut Humas Polres Lombok Tengah, kasus ini telah dinaikkan. Sehingga masuk ke tahap penyidikan, yang sebelumnya penyelidikan.

"sejauh ini kasus, kita dalam proses untuk penyelidikan. Di hari sabtu kemarin tanggal 4 kasusnya sudah kita pindahkan ke penyidikan,"  kata Iptu Lalu Brata Kusandi, Kasi Humas Polres Lombok Tengah, dalam youtube tvonenews, Kamis (9/7).

Lebih lanjut, katanya kalau kasus ini dinaikkan bukan hanya karena adanya saksi. Namun juga melibatkan ahli untuk mendukung.

Sebagaimana kasus dugaan pembakaran santri di NTB ini terjadi pada 13 Desember 2025. Peristiwa yang menewaskan satu orang santri, 2 orang luka bakar berat.

"itu berdasarkan beberapa pertimbangan dengan ada bukti keterangan saksi, dan ahli pidana yang mutusin. Sudah digelar (gelar perkara) dan kasus dinaikkan ke penyidikan," jelasnya.

Dengan begitu, pihak Polisi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut soal kasus terkait. Tim tvonenews.com juga mencoba menghubungi pihat terkait.

Dalam kasus ini, ada lima santri berkumpul di sebuah ruangan, setelah salah seorang santri bernama Moh. Reyhan meminta temannya membeli bensin yang akan digunakan untuk buat meluruskan kayu bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel. Dalam momen itu, sebagian bensin dituangkan ke wadah mika kosong untuk dibakar.

2 santri korban dugaan pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah
Sumber :
  • Instagram/@senjajaya

Tanpa sengaja botol bensin itu belum ditutup tersenggol hingga api menyambar kasur bekas di belakang mereka.

Lalu kobaran api dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan. Kemudian Reyhan bersama Yusuf Sapi'i berhasil keluar melalui pintu.

Sementara tiga santri lainnya, yakni Sahril Sobirin, Sahid Al Hudri, dan Ahmad Deven Ramadhan, tidak dapat menyelamatkan diri karena terhalang kobaran api.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Besar Wilayah RI Berawan Pada Kamis
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
AS dan Iran Saling Melancarkan Serangan Lagi di Tengah Eskalasi Ketegangan
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Horor! 3 Pekerja Tewas Diduga Karena Gas Beracun di Gorong-gorong
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Epilepsi Kambuh saat Naik Motor, Pria di Gianyar Tewas Kecelakaan Jatuh ke Sungai
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Trading Langsung dari Browser tanpa Unduh Aplikasi, JustMarkets Hadirkan Web Terminal
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.