AS dan Iran Saling Melancarkan Serangan Lagi di Tengah Eskalasi Ketegangan

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) dan Iran kembalil dilaporkan saling melancarkan serangan di tengah eskalasi ketegangan.

AS diketahui melancarkan serangan pada 80 target Iran. Sebaliknya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang 85 situs militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Melansir Antara pada Kamis (9/7/2026), menurut Komando Pusat (CENTCOM), AS telah merampungkan gelombang baru serangan terhadap Iran dengan menghantam lebih dari 80 target. Selain itu, dilaporkan juga kalau ada ledakan baru di Pulau Qeshm, dengan beberapa ledakan terdengar di Pulau Kharg.

Komando militer gabungan tertinggi Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata mereka akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap serangan AS dan tidak akan membiarkan campur tangan AS dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Pada Rabu (8/7/2026) kemarin, dilaporkan bahwa ledakan besar mengguncang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Selain itu, sejumlah ledakan terdengar di Bahrain pada Rabu, dan pihak kementerian dalam negeri mengatakan sirene telah dibunyikan di negara tersebut.

Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran mengatakan, AS telah melakukan sejumlah pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman (MoU).

“Mereka telah melakukan pelanggaran terhadap penyesuaian Iran di Selat Hormuz, ancaman berkelanjutan untuk melancarkan serangan lebih lanjut, pemberlakuan kembali sanksi minyak, serangan terhadap wilayah selatan Iran, serta berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon,” katanya.

“Era perundungan dan pemerasan sudah berakhir. Hal itu tidak akan membawa hasil apa pun,” tulisnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Komando Pusat AS sebelumnya mengatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran setelah tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz diserang.

Serangan terhadap tiga kapal tanker minyak tersebut juga mendorong Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS pada Selasa mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak asal Iran hingga 21 Agustus.(ant/kir/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Natalius Pigai Kalah Digugat Pegawai Kementerian HAM
• 1 jam laludisway.id
thumb
Pilihan Mobil Bekas Harga Rp80 jutaan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Menilik Faktor di Balik Susutnya Nilai Transaksi Harian di BEI Jadi Rp 9 Triliun
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Pasca Penggeledahan 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Gegara B50, Prabowo Sebut RI Jadi Omongan di Dunia
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.