Sekitar 65 orang dilaporkan meninggal dunia dalam 10 hari pertama gencatan senjata di Lebanon. Selain itu, 170 lainnya dilaporkan luka-luka dengan 180 dan 230 catatan pelanggaran yang dilakukan Israel.
Melansir Antara pada Kamis (9/7/2026), pelanggaran yang dilakukan Israel meliputi serangan udara, penembakan artileri, serangan darat, dan penerbangan drone yang intensif, sebut laporan itu.
Sementara itu, seorang sumber keamanan Lebanon menyebut bahwa para pemukim Israel menyeberang ke Lebanon selatan di bawah perlindungan militer. Selain itu, tentara Israel menggunakan sebuah drone untuk mengibarkan benderanya di sisi timur Dataran Tinggi Ali al-Taher.
Adapun National News Agency (NNA) melaporkan bahwa artileri Israel juga menembaki beberapa wilayah perbatasan.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa jumlah kematian kumulatif akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 4.320 orang, dengan 12.203 lainnya luka-luka.
Perkembangan ini terjadi meski ada kesepakatan kerangka kerja yang telah ditandatangani oleh Lebanon dan Israel pada 26 Juni, yang mengatur tentang gencatan senjata dan deeskalasi di sepanjang perbatasan selatan Lebanon.(kir/ipg)




