JAKARTA, DISWAY.ID - Sejarah Ponpes Tambakberas di Jombang yang menjadi tuan rumah Mukmatar ke-35 NU.
Seperti diketahui, dari hasil rapat gabungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
Adapun forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan NU itu dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.
Penunjukkan Tambakberas bukan kali pertama untuk Jombang sebelumnya pada Muktamar ke-33 NU tahun 2015, Jombang juga dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan forum lima tahunan tersebut.
Muktamar ke-33 NU pada tahun 2015 menjadi salah satu momentum bersejarah salah satunya menandai penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, menggantikan mekanisme pemungutan suara langsung.
BACA JUGA:Sah! PBNU Putuskan Muktamar ke-35 NU Berlokasi di Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus 2026
Seperti apa sejarah berdirinya sejarah Ponpes Tambakberas Jombang? Simak ulasannya.
Sejarah Ponpes Tambakberas JombangPondok Pesantren Tambakberas sendiri mempunyai sejarah panjang.
Ponpes ini disebut sebagai Ponpes Bahrul Ulum yang berlokasi di Desa Tambakreko, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.
Melansir dari situs MA Unggulan KH Abd Wahab Habulloh Barul Ulum Tambakberas Jombang, Ponpes Tambakberas didirikan sekitar tahun 1825 di Dusun Gedang, Kelurahan Tambakberas oleh KH Abdus Salam bersama dengan pengikutnya.
Mereka membangun perkampungan santri dengan sebuah musala dan pondok sementara yang disebut dengan ponpes (pondok pesantren) Slawean untuk 25 santri.
BACA JUGA:Akuntabilitas Jadi Sorotan, Warga NU Minta Muktamar 2026 Jadi Titik Balik Reformasi PBNU
Slawean berasal dari bahasa Jawa, yakni Slawe artinya 25.
Pondok ini menjadi tempat Kiai Salam yang mengajarkan ilmu syariat, hakikat dan kanuragan.
KH Abdus Salam dikenal sebagai keturunan Raja Brawijaya dari Majapahit.
- 1
- 2
- 3
- »





