EtIndonesia.com Baru-baru ini, Kolonel Fang Ming dari Angkatan Laut Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Letnan Shi Shaoyong dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas latihan penerbangan. Hingga kini, pihak partai komunis Tiongkok (PKT) belum mengungkap rincian insiden tersebut, sehingga memicu berbagai spekulasi. Sejumlah sumber menyebut keduanya tewas akibat kecelakaan helikopter.
Menurut laporan Qilu Net pada 6 Juli, abu jenazah Shi Shaoyong baru-baru ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Yishui, Provinsi Shandong. Dalam upacara pemakaman, pemerintah secara resmi menganugerahinya gelar “martir”.
Shi Shaoyong berasal dari Kabupaten Yishui, Provinsi Shandong. Ia lahir pada Maret 2001, bergabung dengan militer pada September 2019, berpangkat letnan Angkatan Laut, dan merupakan pilot Angkatan Laut tingkat empat.
Berdasarkan prasasti yang didirikan Pemerintah Kabupaten Yishui, Shi meninggal dunia pada 10 Juni 2026 saat mengikuti latihan penerbangan malam. Ia meninggal dunia pada usia 25 tahun. Sebelum meninggal, ia bertugas di Unit 91911, Subunit ke-16, sebagai komandan taktis.
Sementara itu, upacara pemakaman Fang Ming, 38 tahun, yang menjabat sebagai komandan taktis di satuan penerbangan Angkatan Laut Komando Teater Selatan, telah dilaksanakan pada 3 Juli di Kabupaten Lujiang, Kota Hefei, Provinsi Anhui.
Fang Ming lahir pada Februari 1988 di Kota Lucheng, Kabupaten Lujiang, dan bergabung dengan militer pada September 2006. Ia berpangkat kolonel Angkatan Laut.
Ia juga meninggal pada 10 Juni saat menjalankan latihan penerbangan, dan pemerintah juga menganugerahinya status “martir”.
Hingga kini, otoritas PKT belum mengungkap penyebab pasti kematian kedua perwira tersebut maupun rincian insiden yang menyebabkan mereka gugur. Pemerintah juga belum mengumumkan adanya kecelakaan pesawat militer dalam periode tersebut.
Namun, beredar luas di internet bahwa keduanya berada di pesawat yang sama saat kecelakaan terjadi. Rumor juga menyebutkan bahwa ada seorang personel militer lainnya yang turut meninggal dunia.
Seorang yang mengaku mengetahui kejadian itu menulis di media sosial:
“Untuk mengenang pilot Fang Ming. Pada 10 Juni, kebetulan saya datang ke satuan untuk mengurus sesuatu. Begitu memasuki kompleks, suasananya sangat sunyi dan menyesakkan. Semua orang diam. Saya merasa ada yang tidak beres dan segera menelepon untuk mencari tahu. Baru kemudian saya mengetahui bahwa telah terjadi kecelakaan saat latihan penerbangan. Saat itu kami hanya tahu situasinya sangat serius dan belum ada kepastian apapun. Karena aturan kerahasiaan, rasa cemas dan sedih itu hanya bisa saya pendam sendiri selama lebih dari setengah bulan.”
Sumber lain mengungkapkan bahwa pada 10 Juni, satuan penerbangan Angkatan Laut Komando Teater Selatan sedang melaksanakan latihan penerbangan siang hari. Tak lama setelah lepas landas, sebuah pesawat mengalami kerusakan mesin yang sangat serius, kehilangan keseimbangan, lalu jatuh dengan cepat hingga akhirnya hancur. Dua orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut.
Ketika ada yang bertanya apakah pesawat itu helikopter atau pesawat tempur, seorang warganet menjawab:
“Helikopter anti-kapal selam Z-9 yang biasa ditempatkan di kapal perusak.”
Menurut berbagai informasi yang beredar, terdapat tiga orang di dalam helikopter tersebut.
Seorang warganet menulis: “Pilot di satuan tempat anak saya bertugas biasanya berjumlah tiga orang dalam satu pesawat.”
Warganet lain menambahkan: “Yang tertua berusia 38 tahun, yang satu lagi baru berusia 25 tahun dan baru saja bertunangan. Dua orang lainnya (kemudian salah satunya diumumkan sebagai Shi Shaoyong) sebelumnya tidak diumumkan.”
Halaman Facebook bertema militer “World Special Forces and Military Database” pada 5 Juli menyatakan bahwa karena saat ini Tiongkok tidak sedang berperang, besar kemungkinan kedua perwira tersebut meninggal saat menjalankan latihan militer. Dengan kata lain, diduga telah terjadi kecelakaan pesawat militer yang tidak diumumkan kepada publik.
Sebagai komandan taktis pesawat khusus Angkatan Laut, Fang Ming kemungkinan bertugas di pesawat yang memiliki awak cukup banyak. Jika benar terjadi kecelakaan, maka kemungkinan besar bukan hanya Fang Ming yang menjadi korban, tetapi juga anggota awak lainnya, sekaligus menyebabkan hilangnya sebuah pesawat militer khusus yang bernilai sangat tinggi.
Selama ini militer PKT terus mempertahankan pola ekspansi dengan intensitas tinggi serta menutupi berbagai insiden, maka kerugian tersembunyi berupa hilangnya personel berpengalaman dan peralatan bernilai tinggi diperkirakan akan semakin sering terjadi tanpa diketahui publik.
Perlu dicatat bahwa media pemerintah Tiongkok sebelumnya melaporkan pada 22 Juni bahwa kelompok tempur kapal induk Liaoning telah kembali ke pelabuhan setelah menyelesaikan lebih dari 40 hari latihan tempur di laut lepas. Selama latihan tersebut, armada Liaoning melakukan latihan gabungan dengan kelompok kapal serbu amfibi yang mengoperasikan helikopter Z-9 dan Z-20.
Menurut laporan tersebut, latihan gabungan berlangsung di suatu wilayah Samudra Pasifik Barat, melibatkan kapal induk Liaoning bersama armada kapal serbu amfibi yang mengoperasikan helikopter Z-9 dan Z-20.
Disusun berdasarkan laporan Tang Zixuan, New Tang Dynasty Television. Editor: Li Quan.





