JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi di Gedung kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Menteng, Jakarta Pusat, kembali kondusif usai insiden kaca pecah di bagian atas depan gedung, Kamis (9/7/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pukul 16.25 WIB, suasana gedung sudah kembali tenang.
Tepat di atas pilar area pintu masuk utama, terdapat satu panel kaca besar yang retak.
Baca juga: Kaca Kantor BGN Pecah, Polisi: Bukan Ditembak, akibat Cuaca Panas
Ujung bawah kaca tersebut terlihat pecah dan jatuh ke bawah.
Namun, sisa kaca yang sebelumnya berserakan di bawah sudah kembali dibersihkan.
Garis polisi yang sempat dipasang juga kini sudah ditarik kembali.
Tim INAFIS Polres Metro Jakarta Pusat yang sempat mengecek lokasi juga sudah kembali ke markas.
Sebelumnya diberitakan, kaca di area depan Gedung BGN pecah pada Kamis siang.
Kanit Reskrim Polsek Menteng, AKP Valerij membantah narasi yang beredar di media sosial terkait adanya aksi penembakan ke arah Kantor BGN.
"Tidak ada, cuma kejadian kaca pecah saja. Dugaan sementara mungkin karena cuaca panas," kata Valerij saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menyebut peristiwa pecahnya kaca itu disebabkan oleh tingginya suhu di luar ruangan yang menyebabkan kondisi panas.
Baca juga: Massa Demo MBG Terobos Blokade Saat Menuju Kantor BGN, Sempat Saling Dorong dengan Polisi
"Terkait pecahan kaca di gedung BGN, pecahan kaca diduga karena kondisi suhu di luar yang panas," kata Reynold dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Menurut Reynold, ada perbedaan suhu yang signifikan antara sisi luar dan sisi dalam kaca.
Alasannya, di dalam ruangan menggunakan pendingin ruangan atau AC, sehingga menciptakan kondisi dingin di dalam dan panas di sisi luar.
"Jadi di luar panas dan di dalam dengan menggunakan AC, sehingga (kaca) memuai yang mengakibatkan kaca pecah," ucap dia.
berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap pengelola gedung, kondisi kaca pecah ini memang sudah terjadi berulang kali yang disebabkan cuaca panas.
"Disampaikan pihak pengelola gedung aatas nama Martin, bahwasannya dalam satu tahun bisa satu sampai dua kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau," ujar Reynold.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




