Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Negeri Selangor, Malaysia, menawarkan berbagai peluang kerja sama strategis kepada Jawa Barat melalui penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) Asean 2026.
Selain sektor semikonduktor, kerja sama juga diarahkan pada ketahanan pangan, energi, hingga pertahanan.
Chief Minister Selangor, Dato' Seri Amirudin Shari, mengatakan kebutuhan membangun ketahanan pangan di kawasan ASEAN menjadi salah satu fokus yang perlu dikembangkan secara bersama.
"Hari ini saya highlight, sebagai contoh keperluan untuk membangunkan food security di wilayah kita bersama-sama dan mungkin dalam sektor tenaga ataupun sektor defense, ataupun pertahanan," kata Amirudin usai pembukaan SIBS Asean 2026 di Hotel Pullman, Bandung, Kamis (9/7/2026).
Selain itu, Selangor juga membuka peluang kolaborasi pada industri semikonduktor yang dinilai menjadi salah satu sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan.
Amirudin menjelaskan penyelenggaraan SIBS Asean 2026 di Bandung merupakan kali pertama digelar di luar Selangor.
Baca Juga
- Selangor Bawa Kampus-Kampus Terbaik ke Bandung, Ratusan Pelajar Antusias
- SIBS ASEAN 2026, Selangor Perluas Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis
Bandung dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki hubungan yang telah terjalin erat dengan Petaling Jaya, sekaligus didukung komunikasi yang baik antara kedua wilayah.
"Kita menggunakan di Bandung, sebab hubungan Bandung dan Petaling Jaya yang sudah terjalin, di samping kekuatan komunikasi dan hubungan yang ada sebelum ini," ujarnya.
Menurutnya, setelah penyelenggaraan perdana di Bandung, SIBS Asean juga akan diperluas ke provinsi maupun kota lain sebagai upaya memperluas jejaring bisnis dan investasi di kawasan Asean.
Amirudin berharap penyelenggaraan SIBS Asean 2026 menjadi momentum mempererat hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Selangor dengan Jawa Barat, baik di tingkat pemerintahan maupun dunia usaha.
Ia optimistis kolaborasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat mempercepat pembangunan ekonomi kedua daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama lintas sektor di masa mendatang.





