CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) bersama Biro Investigasi Federal (FBI) memulai penyelidikan awal terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan presidennya, Claudio Tapia, terkait dugaan penyimpangan keuangan dan pencucian uang.
Berdasarkan laporan La Nacion dan Terra, Rabu (8/7), penyidik tengah menelusuri aliran dana lebih dari 300 juta dolar AS yang diduga mengalir melalui sejumlah bank di Amerika Serikat.
Investigasi difokuskan pada perjanjian komersial internasional AFA, termasuk kerja sama dengan TourProdEnter LLC, perusahaan yang mengelola kontrak komersial federasi di luar negeri.
FBI dan jaksa federal juga memeriksa transaksi yang dilakukan melalui rekening di Citibank, Bank of America, dan JP Morgan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap hukum federal AS, termasuk dugaan pencucian uang dan penipuan transfer dana.
Sebagai bagian dari penyelidikan, aparat penegak hukum telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pengusaha olahraga asal Argentina, Guillermo Tofoni, dalam pertemuan melalui konferensi video selama tiga jam di Miami.
Penyidik juga disebut mencari saksi yang mengetahui aktivitas AFA pada masa kepemimpinan Claudio Tapia dan Bendahara AFA, Pablo Toviggino.
Di tengah proses investigasi, AFA mulai menggerakkan perwakilannya di Amerika Utara. Duta AFA untuk kawasan tersebut, Tomas Regalado, meminta agar asas praduga tak bersalah tetap dihormati.
Menurutnya, penyelidikan yang sedang berlangsung tidak dapat diartikan sebagai bukti adanya kesalahan atau tanggung jawab pidana.
Hingga kini, Departemen Kehakiman AS maupun FBI belum mengajukan dakwaan terhadap AFA maupun Claudio Tapia.
Otoritas AS masih mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah kasus tersebut akan ditingkatkan ke tahap penuntutan pidana.
Penyelidikan berlangsung saat Timnas Argentina masih berada di Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026 dan bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final.




