Jauh Sebelum Kertas China Populer, Papirus Sudah Merajai Peradaban dari Era Firaun hingga Arab Islam

republika.co.id
4 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA— Mesir sejak masa kuno dikenal sebagai negeri yang kaya akan tanaman papirus yang tumbuh subur di Delta Sungai Nil dan di sepanjang cabang-cabangnya.

Bangsa Mesir Kuno berhasil mengembangkan teknik unik untuk mengolah tanaman tersebut menjadi bahan tulis yang menyerupai kertas, sekitar 25 abad sebelum Masehi.

Baca Juga
  • Ayatollah Khamenei dan Kematian yang Mengubah Dunia
  • Apa Hasil Evaluasi Perang 1.000 Hari yang Dilakukan Israel? Ini Kata Media-Media Terkemuka Ibrani
  • 8 Penghapus Dosa yang Disebutkan Alquran dan Hadis, Semuanya Ringan Dilakukan

Pada saat banyak bangsa lain masih menggunakan batu, kayu, kulit hewan, dan tulang sebagai media pencatatan peristiwa dan penyimpanan naskah, Mesir telah lebih dahulu memanfaatkan media tulis yang lebih praktis dan fleksibel.

Penggunaan papirus tidak hanya terbatas pada penulisan teks-teks hieroglif dan berbagai bahasa serta aksara yang berkembang darinya, tetapi juga kemudian digunakan untuk menulis dokumen-dokumen berbahasa Arab. Fakta ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Papirus terus memainkan peran penting dalam kehidupan administrasi, ekonomi, dan kebudayaan Mesir selama berabad-abad, termasuk setelah penaklukan Islam yang dipimpin oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Amr bin Al-Ash RA, antara tahun 19 hingga 21 Hijriyah.

Kaum Muslimin mendapati bahwa papirus merupakan bahan tulis yang mudah diperoleh dan relatif murah dibandingkan perkamen yang dibuat dari kulit hewan maupun media tulis lainnya yang tersedia pada masa itu.

Hal ini terjadi pada periode ketika kertas yang berasal dari Tiongkok belum dikenal secara luas di dunia Islam. Penyebaran kertas baru benar-benar berkembang pada abad kedua Hijriyah.

Papirus yang diproduksi untuk kebutuhan perdagangan dibuat di bengkel-bengkel khusus, lalu dipasarkan dalam bentuk gulungan yang biasanya terdiri atas dua puluh lembar yang disambung menjadi satu.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
S&P Pertahankan Rating BBB Indonesia, Purbaya Sebut Cerminan Disiplin Fiskal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Imbau Warga Jakarta Sampaikan Kondisi Apa Adanya saat Sensus Ekonomi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
MPLS Ramah, Guru SDN 1 Kaliasin Kenakan Kostum Hewan Laut untuk Sambut Murid Baru
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Danantara Kebut Fase II Hilirisasi, Hampir 38 Ribu Lapangan Kerja Baru Disiapkan
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perempuan Muda di Bekasi Diduga Disiksa Kekasih, Kabur dari Kontrakan Lewat Jendela
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.