Jauh Sebelum Kertas China Populer, Papirus Sudah Merajai Peradaban dari Era Firaun hingga Arab Islam

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA— Mesir sejak masa kuno dikenal sebagai negeri yang kaya akan tanaman papirus yang tumbuh subur di Delta Sungai Nil dan di sepanjang cabang-cabangnya.

Bangsa Mesir Kuno berhasil mengembangkan teknik unik untuk mengolah tanaman tersebut menjadi bahan tulis yang menyerupai kertas, sekitar 25 abad sebelum Masehi.

Baca Juga
  • Ayatollah Khamenei dan Kematian yang Mengubah Dunia
  • Apa Hasil Evaluasi Perang 1.000 Hari yang Dilakukan Israel? Ini Kata Media-Media Terkemuka Ibrani
  • 8 Penghapus Dosa yang Disebutkan Alquran dan Hadis, Semuanya Ringan Dilakukan

Pada saat banyak bangsa lain masih menggunakan batu, kayu, kulit hewan, dan tulang sebagai media pencatatan peristiwa dan penyimpanan naskah, Mesir telah lebih dahulu memanfaatkan media tulis yang lebih praktis dan fleksibel.

Penggunaan papirus tidak hanya terbatas pada penulisan teks-teks hieroglif dan berbagai bahasa serta aksara yang berkembang darinya, tetapi juga kemudian digunakan untuk menulis dokumen-dokumen berbahasa Arab. Fakta ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Papirus terus memainkan peran penting dalam kehidupan administrasi, ekonomi, dan kebudayaan Mesir selama berabad-abad, termasuk setelah penaklukan Islam yang dipimpin oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Amr bin Al-Ash RA, antara tahun 19 hingga 21 Hijriyah.

Kaum Muslimin mendapati bahwa papirus merupakan bahan tulis yang mudah diperoleh dan relatif murah dibandingkan perkamen yang dibuat dari kulit hewan maupun media tulis lainnya yang tersedia pada masa itu.

Hal ini terjadi pada periode ketika kertas yang berasal dari Tiongkok belum dikenal secara luas di dunia Islam. Penyebaran kertas baru benar-benar berkembang pada abad kedua Hijriyah.

Papirus yang diproduksi untuk kebutuhan perdagangan dibuat di bengkel-bengkel khusus, lalu dipasarkan dalam bentuk gulungan yang biasanya terdiri atas dua puluh lembar yang disambung menjadi satu.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Kelam 8 Anak dari Bilik Tenda Biru Cibitung
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Penampilan Terakhir 5 Pemain Senior
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wasit Legendaris Collina Jelaskan Alasan Gol Mesir Dianulir dan Penalti Salah Tak Diberikan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kejagung Imbau Publik Tidak Bangun Opini Soal Penggeledahan Polri
• 29 menit lalurctiplus.com
thumb
Olah TKP, Kecelakaan McLaren YouTuber Andra ST Diduga Akibat Ban Selip
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.