BEKASI, KOMPAS.com – Polisi masih menyelidiki kasus peluru nyasar yang melukai anak perempuan berinisial ANS (9), warga Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengatakan, proyektil yang dikeluarkan dari tubuh korban saat ini tengah menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
"Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini sedang dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut," ujar Usep saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/7/2026).
Baca juga: Bocah di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar saat Bermain, Bagian Bawah Leher Terluka
Menurut Usep, hasil uji balistik menjadi salah satu kunci penting dalam proses scientific crime investigation untuk mengungkap asal-usul proyektil yang mengenai korban.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap karakteristik proyektil, termasuk jenis dan ukuran peluru.
Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang berbatasan dengan area persawahan.
Selain itu, tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu penyelidikan.
Baca juga: Peluru Nyasar ke Rumah Warga di Ciracas Jaktim, Polisi Uji Balistik
"Lokasinya ini kan memang di perkampungan sawah, area terbuka, jadi untuk menyelusuri CCTV dan sebagainya juga sangat minim, dan bahkan belum ketemu CCTV yang bantu penyelidikan ini," ujar Usep.
Meski demikian, polisi terus memburu pelaku yang diduga melepaskan tembakan.
Penyidik juga mendalami informasi mengenai kelompok masyarakat yang kerap berburu di sekitar lokasi kejadian.
"Tapi kami sedang melakukan lidik di lokasi untuk mencari orang-orang yang suka berburu burung di perkampungan," katanya.
Baca juga: Peluru Nyasar Tembus Rumah Warga di Ciracas Jaktim, Nyaris Kena Anak yang Tertidur
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari tiga anak yang saat kejadian bermain bersama korban, seorang tetangga, serta ketua RT dan RW setempat.
"Masih kami selidiki terhadap terduga pelakunya," jelasnya.
Peristiwa itu terjadi saat ANS bermain bersama teman-temannya di samping rumah pada Minggu (5/7/2026).
Tiba-tiba, sebuah peluru yang diduga berasal dari senapan angin mengenai bagian bawah leher korban.
Melihat ANS terluka, teman-temannya panik dan berteriak meminta pertolongan warga.
Baca juga: KPAI Minta Anak Korban Peluru Nyasar di Gresik Didampingi dan Dilindungi
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk menjalani perawatan.
Usep mengimbau masyarakat yang memiliki hobi berburu menggunakan senapan angin agar tidak melakukan aktivitas tersebut di kawasan permukiman karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Selain itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyusun aturan yang melarang aktivitas berburu menggunakan senapan angin di kawasan permukiman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




