Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa perwakilan dari organisasi Muslim Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga ikut serta dalam rombongan delegasi RI yang akan berkunjung ke Iran pekan ini.
“Dalam kunjungan tersebut, akan turut serta perwakilan dari PBNU dan juga Muhammadiyah, bersama-sama dengan Menlu RI dan Ketua MPR RI,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Dia memastikan bahwa perwakilan organisasi Muslim yang akan ikut serta tersebut adalah para ketua umum, yang dalam hal ini Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Yvonne menyampaikan bahwa delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
“Ini adalah perwakilan bangsa Indonesia yang mengunjungi negara sahabat,” ucap dia, menegaskan.
Adapun selain memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu RI Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga akan melakukan pertemuan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia menjelaskan pertemuan bilateral antara Sugiono dan Araghchi bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas antara kedua negara.
“Diharapkan pula pertemuan keduanya mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global,” kata Jubir Kemlu RI, menambahkan.
Sementara pertemuan antara Muzani dan Ghalibaf bertujuan memperkuat kemitraan antar-parlemen serta kerja sama antara masyarakat kedua negara, ucap Yvonne.
Jenazah Ali Khamenei beserta orang-orang terdekatnya dibawa di Musalla Besar Teheran pada 3 Juli dan disemayamkan di aula utama masjid tersebut sepanjang akhir pekan pada 4-5 Juli.
Prosesi pemakaman tersebut berlanjut pada Senin, 6 Juli 2026 di Kota Qom, diikuti dengan prosesi terpisah di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak, sebelum tahap akhir pengebumian jenazah di Mashhad pada Kamis, 9 Juli 2026. (Ant)





