Grid.ID - Momen beradu akting dengan almarhum Gary Iskak menjadi pengalaman yang begitu berkesan bagi Nando Hilmi. Bagi Nando, keterlibatannya dalam film Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah produksi layar lebar, tetapi juga menjadi kenangan yang akan selalu ia simpan karena bisa tampil bersama sosok yang selama ini dianggap sebagai ayah angkatnya.
Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026), Nando mengungkapkan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari film yang sekaligus menjadi karya terakhir Gary Iskak sebelum berpulang.
Menurut Nando, ia tidak memandang film tersebut sebagai sebuah persembahan khusus untuk almarhum. Sebab, sejak awal Gary memang sudah terlibat sebagai pemain dalam proyek tersebut. Namun, takdir membuat film itu kemudian menjadi karya terakhir sang aktor.
"Almarhum ya pastinya terima kasih, sebenernya kan bukan untuk persembahan ya, tapi emang beliau kan emang main di sini, kebetulan aja emang pas banget ya, maksudnya karya terakhir beliau kayak gitu," ujar Nando Hilmi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, Nando mengaku merasa bahagia karena memiliki kesempatan untuk berada dalam satu proyek yang sama dengan Gary Iskak. Baginya, keberadaan dirinya dalam karya terakhir sang ayah angkat menjadi kenangan yang memiliki nilai emosional tersendiri.
"Makanya seneng juga, maksudnya karya terakhir beliau ada akunya gitu. Kayak gitu sih," katanya.
Kebersamaan keduanya di lokasi syuting juga tidak hanya terjalin sebagai sesama pemain. Di balik layar, Nando memiliki peran lain yang membuat hubungan mereka semakin dekat. Ia mengaku turut membantu memenuhi berbagai kebutuhan Gary selama proses syuting berlangsung.
Nando menjelaskan bahwa dirinya kerap mendampingi Gary Iskak dalam berbagai aktivitas, terutama ketika kondisi kesehatan sang aktor membutuhkan perhatian lebih. Mulai dari menemani membeli obat hingga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di lokasi syuting.
"Kalau aku kan bodyguard-nya, jadi nemenin dia kayak misalkan beli obat, apa kayak misalkan kebutuhan dia kalau misalkan sakit, kayak gitu. Paling kayak gitu-gitu aja sih," ungkap Nando.
Sementara itu, film Lastri: Arwah Kembang Desa (tayang Juli 2026) menceritakan teror balas dendam arwah Lastri terhadap orang-orang yang menghancurkan hidupnya 30 tahun lalu di Kampung Bandeng, Jawa Tengah. Lastri, kembang desa yang menikah dengan juragan tambang pasir Turenggo, difitnah mandul dan diselingkuhi oleh suaminya sendiri.
Film yang diproduksi Abelle Pictures ini rencananya akan tayang 16 Juli 2026. (*)
Artikel Asli




