Jatim Targetkan Kereta Komuter Mirip Jabodetabek Lewat SRRL Surabaya-Sidoarjo

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) berjalan sesuai target. Proyek ini disiapkan untuk menghadirkan layanan kereta komuter di kawasan Surabaya Raya (Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) melalui pengembangan jalur ganda.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai linimasa, Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Kota Surabaya, PT KAI, dan Bank Pembangunan Jerman atau KfW mengikuti High Level Meeting yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur (Wagub) Jatim mengatakan, SRRL menjadi proyek penting karena jalur eksisting saat ini masih didominasi jalur tunggal. Kondisi itu membuat layanan komuter di wilayah Surabaya Raya belum berjalan optimal.

Wagub Jatim itu menargetkan layanan SRRL nantinya bisa mengadopsi konsep komuter di Jabodetabek, dengan dua jalur untuk mengoptimalkan layanan transportasi publik. “Layanan komuternya belum optimal, jika nanti jalur ganda layanannya dapat seperti konsep di Jabodetabek,” kata Emil.

Selain jalur ganda, Emil juga menyoroti pentingnya identifikasi kebutuhan pengembangan Depo Sidotopo seiring hadirnya SRRL. Menurutnya, hal itu dibutuhkan agar sistem jalur kereta dapat terintegrasi dalam jangka panjang. “Perlu sinkronisasi jangka panjang agar dapat terintegrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya menjelaskan, proyek SRRL saat ini telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED). Tahap tersebut dikerjakan oleh Chodai, perusahaan asal Jepang.

Dalam tahap DED, pemerintah menghitung berbagai potensi kebutuhan proyek, mulai dari proyeksi permintaan penumpang hingga rancangan bangunan stasiun.

“Semuanya harus sesuai sampai tahapan konstruksi bahkan saat implementasi proyek,” kata Denny.

Denny menambahkan, sejumlah isu strategis terkait pengerjaan SRRL juga turut dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk pengadaan lahan dan persoalan teknis.

“Hasil DED ini akan sangat dibutuhkan oleh teman-teman operator untuk pengadaan sarana, apakah nantinya sarananya dari Jerman, atau Jepang, atau Korea, ini juga menjadi isu terkait jumlah sarananya,” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi berkala akan terus dilakukan berdasarkan hasil monitoring, agar pengerjaan proyek SRRL tetap berjalan sesuai target waktu.

“Nantinya tiap tiga bulan akan ada evaluasi. Manakala nantinya ditemukan kendala, akan dapat diidentifikasi dan tindaklanjutnya seperti apa,” tandas Denny. (wld/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Kubu dr Tifa Ungkap Jokowi Tak Punya Legal Standing sebagai Pelapor di Kasus Ijazah!
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Jago Andalkan Underwriting Digital dan Fitur Edukatif di Tengah Kenaikan BI Rate
• 43 menit laluidxchannel.com
thumb
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD Muara Enim Terkait Kasus Suap Bupati Edison
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Toyota Avanza Bekas Tahun 2009
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini 10-11 Juli 2026, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.