Prodi Manajemen Informasi Kesehatan Polimerz Jalani Asesmen Lapangan LAM-PTKes, Perkuat Komitmen Menuju Akreditasi Unggul

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) selama tiga hari, Rabu–Jumat (8–10 Juli 2026). Proses asesmen dilakukan oleh dua asesor LAM-PTKes, yakni Lily Widjaja, S.KM., M.M. dan Antik Pujihastuti, A.Md.PK., S.KM., M.Kes.

Asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta memenuhi indikator mutu yang ditetapkan LAM-PTKes. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan dalam merefleksikan capaian sekaligus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Pelaksanaan asesmen berlangsung di Kampus Politeknik Kesehatan Megarezky dan dihadiri oleh Direktur, para Wakil Direktur, Kepala Biro/Lembaga/Unit, Ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tim penyusun dokumen akreditasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan pemaparan profil institusi dan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, kemudian dilanjutkan verifikasi Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), observasi fasilitas pembelajaran, peninjauan laboratorium, pemeriksaan dokumen tridarma perguruan tinggi, hingga wawancara dengan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan.

Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky, Dr. Hairuddin K., S.S., S.KM., M.Kes. mengatakan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

⁠”Kami menyambut baik kehadiran tim asesor LAM-PTKes sebagai mitra strategis dalam melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan. Bagi Polimerz, akreditasi bukan sekadar memperoleh peringkat, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur efektivitas tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masa depan,” ujar Dr. Hairuddin.

Menurutnya, seluruh sivitas akademika telah mempersiapkan asesmen secara optimal melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal, penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pelayanan kesehatan.

Selama tiga hari pelaksanaan asesmen, kedua asesor melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, meliputi tata pamong dan tata kelola, visi, misi, tujuan dan strategi, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran tridarma, kerja sama, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Selain melakukan verifikasi dokumen, tim asesor juga meninjau langsung berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, sistem informasi akademik, serta sarana penunjang lainnya guna memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan implementasi di lapangan.

Dalam sambutannya pada penutupan asesmen lapangan, Lily Widjaja, S.KM., M.M. menyampaikan apresiasi atas kesiapan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan dan seluruh sivitas akademika Politeknik Kesehatan Megarezky dalam mengikuti proses asesmen.

“Kami mengapresiasi komitmen, kerja sama, dan keterbukaan seluruh sivitas akademika Politeknik Kesehatan Megarezky selama pelaksanaan asesmen lapangan. Kami melihat adanya semangat yang kuat untuk terus membangun budaya mutu melalui penguatan tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses continuous quality improvement yang harus terus dijaga agar program studi mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia,” ujar Lily Widjaja.

Ia menambahkan bahwa rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan strategis bagi Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan asesmen berlangsung dalam suasana akademik yang terbuka, objektif, dan konstruktif. Berbagai sesi diskusi antara asesor dan sivitas akademika menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan tata kelola, inovasi pembelajaran, digitalisasi rekam medis, pengembangan kompetensi lulusan, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.

Melalui asesmen lapangan ini, Politeknik Kesehatan Megarezky kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Dengan penguatan budaya mutu yang berkelanjutan, Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan diharapkan semakin mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, menguasai teknologi informasi kesehatan, serta siap berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wagub Jabar Heran ASN Jelang Pensiun Terjerat Judol: Apa untuk Anak Cucu?
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dukungan Komisi III DPR kepada Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara yang Picu "Blackout"
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Pemkab Takalar Sukseskan Gerakan Minum MMS Serentak, 27 Ibu Hamil di Bulukunyi Ikut Aksi Rekor MURI
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Usulan Tiket Langganan Transjakarta: Ada Paket 7 Hari dan Sebulan, Mulai Rp 45.000-Rp 200.000
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Profil dan Riwayat Karier Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Pemilik Kafe de’Clan Cipete dan Rumah Dijaga TNI
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.