Skor PISA 2025 Segera Diumumkan, Ini Bocoran Analisa Kemendikdasmen

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 akan diumumkan pada akhir 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun siap menganalisa skor PISA tersebut. 
 
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin mengatakan akan melakukan skor PISA. Analisa skor pisa itu akan dikawinkan dengan hasil Asesmen Nasional (AN) yang bersumber dari Tes Kemampuan Akademik (TKA), Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter hingga Survei Lingkungan Belajar. 
 
"Nanti analisisnya belum final, karena ada perubahan skor nanti. Jadi kalau disampaikan sekarang enggak akurat," jelas Toni di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026. 
  Baca juga: Kapan Skor PISA 2025 Diumumkan? Indonesia Dibayangi Tren Penurunan Mutu Pembelajaran  
Sementara itu, Sekjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti, merujuk skor PISA Indonesia yang masih menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir. Penurunan tersebut menjadi perhatian serius karena Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), bahkan berada di kelompok bawah di kawasan ASEAN. 

Kondisi itu diperkuat dengan hasil Asesmen Nasional (AN) yang menunjukkan belum semua peserta didik menguasai kompetensi dasar literasi dan numerasi. Sehingga hasil PISA 2025 turut menjadi perhatian nantinya. 
 
"Kualitas hasil belajar angkanya juga masih belum menggembirakan. Data dari PISA tahun 2022 yang terakhir, tahun 2025 sudah ada tetapi datanya belum keluar, baru akan dirilis akhir tahun 2026 ini. Angkanya menurun sejak tahun 2014," ujar Suharti di Jakarta, Senin 6 Juli 2026. 
  Baca juga: 10 Negara Paling Kreatif di Dunia versi OECD PISA, Indonesia Peringkat Berapa?  
Ia mengatakan, capaian Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan negara-negara OECD. Bahkan di tingkat ASEAN, posisi Indonesia juga belum mampu bersaing dengan sejumlah negara tetangga.
 
"Di ASEAN saja kita masih kategorinya di bawah, apalagi dibandingkan dengan negara-negara OECD. Kita masih jauh di bawah negara-negara OECD dengan nilai rata-rata," ujarnya.
 
Gambaran serupa juga terlihat dari hasil Asesmen Nasional. Berdasarkan data pemerintah, baru sekitar dua pertiga peserta didik Indonesia yang telah memenuhi kompetensi minimum literasi dan numerasi.
 
"Angka hasil dari Asesmen Nasional juga menunjukkan baru dua pertiga anak Indonesia yang sudah memenuhi kompetensi literasi dan numerasi. Masih banyak yang belum mencapai batas minimal tersebut," katanya.
 
Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Kemendikdasmen menegaskan perbaikan kualitas pendidikan menjadi prioritas pada masa kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
 
"Ini tugas yang amat berat, dan ini menjadi komitmen Pak Menteri selama pemerintahan beliau. Peningkatan kualitas menjadi prioritas utama," tuturnya.
  Baca juga: Budaya Membaca dan Menulis Mesti Dibangun Sebagai Kebutuhan Bukan Sekadar Kewajiban Akademis   Tren Skor PISA Indonesia  Diketahui, skor PISA Indonesia pada 2018 untuk kemampuan membaca sebesar 371. Sedangkan, di 2022 menurun menjadi 359.
 
Selanjutnya skor matematika di 2018 sebesar 379 turun menjadi 366 di 2022. Dan skor kemampuan sains turun dari 379 pada 2018 menjadi 366 di tahun 2022.
 
Sementara itu, ranking PISA Indonesia untuk membaca pada 2018 ada di posisi 74 dan menjadi ranking 71 di 2022. Untuk ranking matematika naik dari 73 pada 2018 menjadi ranking 70 di 2022.
 
Pada ranking literasi sains, Indonesia menempati ranking 71 pada 2018 dan menempati ranking 67 pada tahun 2022. PISA 2018 diiktui 79 negara, sedangkan PISA 2022 diikuti 81 negara yang terdiri dari 37 negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan 44 negara mitra.
 
Sampel PISA dipilih acak oleh OECD agar mewakili populasi siswa usia 15 tahun di tiap negara. Di Indonesia, sampel berasal dari seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah tertinggal.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patuhi Perpres 27/2026, inDrive Resmi Potong Komisi Ojol Maksimal 8 Persen
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Pindad Maung Tabrak Tiang Rambu di Tol Dalam Kota, Satu Orang Terluka
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Laga Argentina vs Mesir Kontroversial, Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina Akhirnya Buka Suara
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Gopprera dan Hilman resmi ditetapkan sebagai ketua dan wakil ketua KPPU
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Rupiah Anjlok ke Rp18.075 per Dolar AS Imbas Defisit APBN dan Berakhirnya Gencatan Senjata Iran-AS
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.