JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku khawatir penumpang transportasi umum akan menurun jika tarif Transjakarta dinaikan.
Jangan sampai konektivitas Transjakarta yang kini telah mencapai 93 persen kata Pramono tidak termanfaatkan secara baik oleh warga Ibu Kota.
Pramono pun akan secara hati-hati memutuskan kenaikan tarif Transjakarta yang sudah sejak tahun 2005 bertahan di Rp3.500.
BACA JUGA:Pelamar Lowongan Padat Karya Tembus 132 Ribu Orang, Pramono: Tak Boleh Ada Ordal!
"Saya memikirkan betul bahwa jangan sampai transportasi yang sudah berjalan dengan baik ini terutama digunakan oleh warga Jakarta karena ada perubahan kebijakan mengakibatkan apa konektivitas yang sudah 93 persen ini pemanfaatannya mengalami penurunan," kata Pramono di Jakarta Selatan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Agar kenaikan tarif Transjakarta nantinya tidak membebani warga Jakarta, Pramono pun sedang mempertimbangkan akan menambah 6 golongan yang digratiskan naik transportasi umum.
Diketahui, saat ini terdapat 15 golongan masyarakat yang telah digratiskan naik transportasi umum yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
BACA JUGA:Pramono: Kenaikan Tarif Transjakarta hanya untuk Orang Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis
Dengan usulan penambahan, sehingga total akan menjadi 21 golongan yang akan digratiskan.
"Untuk penambahan golongan sedang dalam kajian. Memang ada penambahan enam golongan tetapi saya belum memutuskan untuk itu," kata Pramono.
Politisi PDI Perjuangan itupun baru akan membahas penambahan golongan itu pada pekan depan.
Menurut Mas Pram sapaan akrabnya, penambahan golongan gratis itu tidak bisa dilakukan secara serampangan.
BACA JUGA:Pramono Desak SDA Tangani Jalan Rawan Amblas di Pinggiran Kali Pulogadung
Pasalnya hal ini menyangkut penganggaran transportasi umum yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Minggu depan baru kita bahas secara detail karena hal ini berkaitan dengan penganggaran," pungkasnya.
- 1
- 2
- »





