JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan fasilitas terintegrasi Halte Transjakarta Swadarma ParagonCorp di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Persemian fasilitas terintegrasi tersebut sebagai upaya mempercepat transformasi Jakarta menuju Kota Global melalui penyediaan transportasi publik yang inklusif, aman, serta berkelanjutan.
BACA JUGA:Kuasa Hukum Kerry Riza Dukung Prabowo soal Hukum Tak Boleh Jadi Alat Kriminalisasi
"Peresmian fasilitas terintegrasi Halte Swadarma Paragon menegaskan bahwa Jakarta menuju Kota Global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui layanan publik yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Pramono saat peresmian.
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan ParagonCorp merupakan kelanjutan kerja sama yang dimulai melalui pemberian hak penamaan (naming rights) Halte Swadarma ParagonCorp pada Januari 2025.
Kemitraan tersebut kemudian berkembang melalui sejumlah program, antara lain penyediaan Water Station atau fasilitas air minum gratis bagi pengguna transportasi publik bersama PAM Jaya.
BACA JUGA:BEM FTI Trisakti Dukung Pengusutan Terkait Dugaan Korupsi Batu Bara yang Ditangani Polri
Paragon Empties Station sebagai tempat penampungan sampah anorganik khususnya kemasan bekas kosmetik, pembangunan musala di enam halte Transjakarta, serta revitalisasi halte secara menyeluruh yang dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) inklusif.
Halte Swadarma ParagonCorp dilengkapi lift yang dirancang khusus menyesuaikan kondisi lapangan.
Fasilitas tersebut melayani mobilitas lebih dari seribu pengguna Transjakarta setiap hari dan memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta masyarakat umum.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan skema creative financing untuk mempercepat pembangunan kota.
BACA JUGA:Pramono Khawatir Penumpang Transjakarta Turun jika Tarif Naik: Golongan Gratis Bakal Ditambah
Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan sektor swasta.
"Jakarta tidak bisa dibangun sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kita melakukan creative financing bekerja sama dengan swasta, salah satunya hari ini dengan Paragon, dan menunjukkan baik itu RPTRA maupun halte terkelola sangat baik dan dimanfaatkan cukup baik oleh masyarakat," katanya.
Pramono mengapresiasi komitmen ParagonCorp dalam mendukung pembangunan Jakarta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
- 1
- 2
- »





