Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan program pemulihan ekosistem mangrove di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat ketahanan pesisir dan mendukung gerakan tobat ekologis.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama PT Freeport Indonesia meluncurkan aksi pemulihan ekosistem mangrove skala besar di Desa Labuhan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Advertisement
Kolaborasi multipihak ini merupakan wujud konkret gerakan nasional "tobat ekologis" guna membentengi wilayah pesisir dari ancaman krisis iklim, memulihkan daya dukung alam, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
"Aksi ini harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial penanaman pohon. Sesuai esensi luhur sebuah pertobatan, gerakan ini menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk jujur menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, melakukan perbaikan nyata, dan berkomitmen kuat untuk tidak mengulanginya," ujar Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis (9/7/2026).
Dia melanjutkan, transformasi kesadaran ini akan menggeser fokus pembangunan nasional ke arah pelestarian aktif dan pemulihan sistematis ruang hidup, demi mewariskan keberlanjutan dan manfaat pelestarian lingkungan bagi generasi penerus.
"Gerakan penanaman mangrove harus menjadi gerakan nasional. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk memulihkan alam, khususnya ekosistem pesisir," ucap Jumhur.




