Gunung Kawi Disebut Tempat Pesugihan Cari Kekayaan, Menbud Fadli Zon Bilang Begini

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon angkat bicara soal ramainya Gunung Kawi jadi buah bibir masyarakat. Fadli menyebut kegiatan ziarah di Gunung Kawi, Jawa Timur, yang belakangan ramai diperbincangkan sebagai bagian dari tradisi dan budaya lama.

"Gunung kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," katanya di Jakarta, Senin.

Baca Juga
  • Gedung-Gedung VOC Dibangun tanpa WC
  • Demi Bangun Pemukiman Elite, Belanda Gusur Ribuan Rumah Orang Betawi di Kebayoran Baru
  • Fadli Zon Tetapkan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, MUI: Tak Ada Komunikasi
"Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita," katanya.

Kegiatan ziarah di Gunung Kawi belakangan ramai diperbincangkan di platform media sosial. Alasannya menyusul konten yang mengaitkan praktik tersebut dengan upaya pesugihan.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang merupakan makam Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II, yang disebut Eyang Djoego, dan Raden Mas Iman Soedjono. Kompleks makam tersebut sering dikunjungi oleh warga.

Banyak warga yang berziarah ke makam tersebut pada perayaan Tahun Baru Hijriah. Setiap tanggal 1 Muharam, yang juga disebut 1 Syuro, prosesi yang mencakup kirab warga dan tabur bunga dilaksanakan di lingkungan Pesarean Gunung Kawi.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adhy Karyono Raih Gelar Doktor dari FISIP Universitas Indonesia
• 1 jam laluberitajatim.com
thumb
IHSG Dibuka Merah ke Level 5.842, Terbebani Sentimen Watchlist S&P Dow Jones
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Loker Bodong di Jakbar: Pelamar Dijanjikan Gaji Rp 6 Juta, Diminta Bayar Rp 2,5 Juta di Awal
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Produk Ludes Terjual di Mommy & Me 2026, Produk Ini Buktikan Kekuatan Brand Bedding Lokal
• 7 jam laluintipseleb.com
thumb
Bahlil Ancam Tinjau RKAB Pengusaha Tambang Jika Tidak Gunakan B50
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.