Menteri PU Batal ke US Usai Dokumen Dinasnya Bocor

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo memutuskan untuk membatalkan rencana perjalanan dinas ke Amerika Serikat. Keputusan itu disampaikan langsung usai meninjau Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang tengah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo memilih untuk kunjungan kerja meninjau Jembatan Enang-Enang, Bener Meriah, Aceh, menyusul viral bocornya surat perjalanan dinas Dody ke Amerika Serikat yang menjadi sorotan publik. 

“Yang lebih penting Enang-Enang. Nggak usah ke sana, mending ke sini. Kalau ke sana itu batal, karena saya lebih mementingkan Enang-Enang,” kata Dody dalam program Primetime News Metro TV, Kamis, 9 Juli 2026. 

Perhatian warganet tertuju pada tercantumnya nama istri dan anak Menteri PU dalam dokumen perjalanan tersebut. Sekjen Kementerian PU, Apri Artoto menjelaskan bahwa pencantuman nama anggota keluarga menteri semata-mata berkaitan dengan proses administrasi pengajuan visa melalui Kementerian Luar Negeri. Menurut Apri, dokumen tersebut tidak menunjukkan bahwa istri maupun anak menteri akan menggunakan anggaran negara dalam perjalanan tersebut.
 

Baca Juga :

Sekjen: Istri dan Anak Menteri PU ke AS dengan Biaya Sendiri



Kementerian PU membentuk tim investigasi untuk mengusut kebocoran surat dinas Menteri PU yang viral di media sosial. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak yang diduga menyebarluaskan dokumen internal tersebut kepada publik. Apabila hasil investigasi membuktikan kebocoran berasal dari lingkungan internal Kementerian PU, maka pegawai yang terlibat akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Intinya kami juga sedang mencoba mencari sumbernya dari mana, apakah dari internal ataupun dari eksternal, ini kami masih mencari. Terus terang itu memang sebenarnya surat yang... surat dinas yang tidak seharusnya untuk konsumsi publik. Begitu dia. Tentu kalau memang itu dari internal, kita akan memproses dalam hal apa... untuk pengenaan sanksi etisnya. Dan itu kita harus tunggu juga, apakah sanksi etisnya nanti termasuk berat,” kata Apri dalam program Primetime News Metro TV, Kamis, 9 Juli 2026. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Sita Sejumlah Dokumen dari Penggeledahan Ruko di Cipete
• 25 menit lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Sindir 'Mental Kepiting': Banyak yang Dengki dan Berharap Indonesia Collapse!
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Resmi! Ada Tim Indonesia di Gim Captain Tsubasa 2: World Fighters
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Harusnya Juara Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Diperkuat Skuad yang Pernah Kalahkan Arab Saudi dan Tahan Imbang Australia di Pra Piala Dunia
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Menag Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Perkuat Budaya Bersyukur
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.