HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi dan Salat Subuh berjama’ah dengan masyarakat di Masjid Nurul Ittihad Kalukuang, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat, 10 Juli.
Menurut Prof Nasaruddin, nikmat yang diberikan Allah SWT harus disyukuri dengan sepenuh hati dan diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama serta peningkatan kualitas ibadah.
“Jika kita diberikan kesadaran untuk selalu mensyukuri nikmat Allah itu selalu perlu kita syukuri. Memuji Allah, mengucapkan syukur Alhamdulillah bukan hanya di mulut tetapi juga di dalam hati,” ujarnya.
Ia menegaskan, rasa syukur juga tercermin dari kebiasaan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak yatim, serta memanfaatkan nikmat rezeki, kesehatan, dan keimanan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita dikasih nikmat kekayaan, kesehatan, dan keimaman dengan cara meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, semakin rajin datang ke Masjid,” katanya.
Prof Nasaruddin juga mengajak masyarakat memakmurkan sekaligus merawat masjid sebagai rumah Allah. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang jabatan maupun status sosial, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan rumah ibadah.
“Masjid adalah rumahnya Allah, mari kita kerja bakti membersihkan rumah Allah, apapun pangkat dan jabatan kita. Hari Minggu kita ajak sekeluarga, bawa sapu lidi, bawa semprotan. Ini Rumah Allah, kalau kita bersihkan Rumah Allah, Allah pasti akan senang,” ungkapnya.
Selain itu, ia kembali mengingatkan pentingnya menjadikan rasa syukur sebagai dorongan untuk berbagi kepada sesama.
“Mari kita bersyukur, syukur itu berbagi kepada yang membutuhkan. Berbagi kepada anak yatim,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga harus menjadi pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid jangan hanya dipergunakan untuk salat lima waktu, tetapi masjid harus menjadi ruang interaksi bagi masyarakat, masjid harus menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di wilayah itu. Artinya kehidupan, ekonomi, bisa berjalan dengan baik, masjid harus menjadi sentral kehidupan masyarakat di sekitar situ,” ujar Munafri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama di Makassar yang dinilai terus memberikan dukungan moral dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama karena terus hadir di Kota Makassar untuk memberikan dukungan dan arahan. Kami berharap Bapak Menteri terus memberikan berbagai macam siraman rohani dan tuntunan kepada kita semua dalam rangka menghadapi rutinitas sebagai masyarakat,” katanya.
Munafri berharap pembinaan keagamaan yang terus dilakukan dapat memperkuat akidah dan perilaku masyarakat sehingga Makassar tetap menjadi kota yang aman dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Badan Pengurus Harian Masjid Nurul Ittihad Kalukuang, Dr Hasrullah, mengaku bersyukur atas kunjungan Menteri Agama ke masjid yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kota Makassar.
“Kita bersyukur di tengah kesibukannya, Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar menyempatkan hadir untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Tallo di sekitar Masjid tertua di Kota Makassar ini,” ujarnya.
Hasrullah berharap kehadiran Menteri Agama membawa semangat baru bagi pengurus masjid dalam menjalankan amanah serta mendoakan agar Nasaruddin Umar senantiasa diberikan kesehatan dalam mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjalankan tugas pemerintahan.
“Mudah-mudahan Pak Menteri diberikan kesehatan bersama keluarganya sehingga dapat mendampingi Bapak Presiden Prabowo dalam menjalankan tugasnya,” tutupnya. (uca)





