VIVA – Harapan publik sepak bola Indonesia untuk melihat gelandang Genoa, Mikael Ellertsson, mengenakan seragam Merah Putih akhirnya harus pupus.
Meski secara terbuka mengakui memiliki darah Indonesia, pemain yang kini berkarier di Serie A Italia itu dipastikan tidak akan dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Nama Mikael Ellertsson sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter Garuda. Gelandang berusia 24 tahun tersebut dinilai memiliki kualitas mumpuni setelah tampil konsisten bersama Genoa, bahkan pernah mencuri perhatian saat berhasil menjebol gawang Juventus di kompetisi Serie A.
Yang membuat publik semakin antusias, Mikael ternyata memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya. Fakta tersebut diungkapkan langsung dalam wawancara bersama FIFA.
"Ibu saya diadopsi dari Indonesia ke Islandia saat masih bayi. Keluarga kami tetap menjaga hubungan dengan saudara-saudara di Indonesia selama bertahun-tahun," ungkap Mikael dalam wawancara yang dimuat FIFA.
Tak hanya itu, Mikael juga mengaku bangga memiliki darah Indonesia. Ia bahkan mengaku terkesan dengan antusiasme suporter Tanah Air yang terus memberikan dukungan kepadanya.
Sayangnya, pengakuan tersebut tidak cukup untuk membuka jalan menuju Timnas Indonesia.
Penyebabnya, Mikael sudah lebih dulu memperkuat Timnas Islandia di level senior dalam pertandingan resmi FIFA. Berdasarkan regulasi perpindahan asosiasi FIFA, pemain yang telah memenuhi syarat tertentu bersama tim nasional senior tidak lagi bisa berganti federasi untuk membela negara lain.
Artinya, meski memiliki garis keturunan Indonesia dan memenuhi syarat dari sisi keluarga, peluang Mikael Ellertsson untuk dinaturalisasi demi memperkuat Timnas Indonesia telah tertutup.
Situasi ini tentu menjadi kabar yang mengecewakan bagi para pencinta sepak bola nasional. Sebab, dengan pengalaman bermain di salah satu liga terbaik dunia, Mikael dinilai bisa menjadi tambahan kekuatan yang sangat berharga bagi skuad Garuda.
Meski demikian, PSSI masih memiliki sejumlah pemain keturunan lain yang tengah diproses maupun masuk dalam radar naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.





