Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan keluarga mantan pejabat Thailand, Shinawatra membahas soal Danantara.
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan keluarga mantan pejabat Thailand, Shinawatra. Pertemuan tersebut membahas soal peluang investasi Danantara Indoensia.
Sedikitnya tiga tokoh penting dalam dinasti politik Shinawatra hadir, yakni Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006, Thaksin Shinawatra dan kedua putrinya yang juga pernah menjabat sebagai PM Thailand, yaitu Yingluck Shinawatra, dan Paetongtarn Shinawatra. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Danantara, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Sementara itu, Prabowo didampingi oleh jajaran pimpinan Danantara, termasuk Group CEO Rosan Roeslani, COO Dony Oskaria, dan CIO Pandu Sjahrir.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pertemuan tokoh-tokoh tersebut terjadi dalam suasana yang hangat dan penuh dengan keakraban.
"Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tiga mantan Perdana Menteri Thailand, yakni Thaksin Shinawatra (2001-2006), Yingluck Shinawatra (2011-2014), dan Paetongtarn Shinawatra (2024-2025), di Gedung Danantara, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).
Dia mengatakan Thaksin Shinawatra, yang kini menjadi Anggota Dewan Penasihat Danantara berbagi pandangan dan memberikan sejumlah masukan dalam diskusi bersama Presiden Prabowo dan jajaran pimpinan Danantara.
"Mengenai berbagai peluang penguatan investasi, strategi pengelolaan aset, serta pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," ujarnya.
Teddy menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan dengan para pemimpin dan tokoh dunia melalui komunikasi yang erat, sekaligus mendorong pertukaran gagasan dan pengalaman yang saling bermanfaat.
"Melalui komunikasi yang erat dengan para pemimpin dan tokoh dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional serta memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)





