Trump Menjawab Pertanyaan Wartawan NTD di Konferensi Pers Setelah KTT NATO : “Komunisme Lebih Mematikan daripada Perang”
EtIndonesia.com Setelah KTT NATO yang berlangsung selama dua hari berakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers pada 8 Juli di Ankara, Turkiye untuk menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada publik.
Dalam konferensi pers itu, wartawan NTD Television, Iris Tao atau Tao Ming mengajukan pertanyaan mengenai penyebaran komunisme di dunia dan pesan yang ingin disampaikan Trump kepada masyarakat. Dalam jawabannya, Trump menegaskan pandangannya mengenai bahaya komunisme dan mengingatkan negara-negara demokrasi agar tetap waspada.
Tao Ming (NTD Television):”Terima kasih, Tuan Presiden, telah menerima pertanyaan saya. Saya Tao Ming dari NTD Television, media saudara dari The Epoch Times.
Mengenai komunisme, selama ini Anda telah memperingatkan rakyat Amerika tentang bahaya komunisme. Kini Anda juga membahas isu tersebut di panggung internasional. Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada orang-orang yang hidup di bawah rezim komunis dan sosialis, maupun kepada masyarakat di negara-negara demokrasi seperti Eropa dan Amerika yang mungkin belum menyadari betapa dekatnya komunisme dengan kehidupan mereka?”
At the NATO summit in Ankara on July 8, President Trump warned that communism is gaining ground in the United States and worldwide.
In comments to NTD News, he described it as an ideology that promises free housing and benefits but historically leads to poverty, violence, and… pic.twitter.com/LcKTfNNvkG
“Ya, itu pertanyaan yang sangat bagus.
Saya memang ingin menyampaikan pesan ini, karena menurut saya sesuatu yang sedang berkembang di negara ini adalah komunisme. Dan komunisme sangat mudah dipasarkan.
Jika saya seorang komunis, saya mungkin akan menjadi komunis terbaik dalam sejarah. Saya akan berada di jajaran teratas bersama Lenin. Saya akan sama hebatnya dengan siapa pun.”
Trump kemudian menggambarkan bagaimana, menurutnya, komunisme menawarkan janji-janji yang menarik.
“Mereka akan berkata, ‘Sepanjang sisa hidupmu kamu tidak perlu membayar sewa rumah.’ Tetapi mereka tidak memberitahumu bahwa 12 bulan kemudian kamu akan hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang kotor.
Mereka akan berkata, ‘Kamu akan mendapatkan rumah gratis.’ Siapa yang tidak menginginkan rumah gratis? Kami akan mengambil rumah itu dari seseorang lalu memberikannya kepadamu. Setelah itu, pembunuhan akan terjadi di mana-mana.”
Trump melanjutkan:
“Komunisme adalah sebuah bencana. Hal itu sudah terbukti selama ribuan tahun, hanya saja memakai nama yang berbeda-beda, tetapi hakikatnya tetap sama. Ini sangat penting.”
Ia juga mengaitkan pandangan tersebut dengan dukungan yang diterimanya dari pemilih Hispanik.
“Salah satu alasan saya memperoleh hasil yang sangat baik di kalangan pemilih Hispanik—bahkan memecahkan rekor Partai Republik dan membantu saya memenangkan pemilu dengan sangat meyakinkan—adalah karena banyak dari mereka berasal dari negara-negara komunis.
Anda boleh menyebutnya sosialisme radikal atau komunisme, menurut saya perbedaannya tidak terlalu besar. Ketika orang mengatakan ‘demokrat sosial’ atau ‘kami adalah demokrat sosial’, istilah itu terdengar indah. Tetapi sebenarnya tidak. Itu adalah istilah yang sangat berbahaya.”
Trump mengatakan bahwa ia sering membahas isu tersebut melalui berbagai platform.
“Saya membicarakannya di TikTok, saya membicarakannya di berbagai tempat, termasuk di sini. Anda benar, ini telah menjadi persoalan internasional. Namun sistem itu tidak pernah berhasil dan tidak akan pernah berhasil. Yang benar-benar berhasil adalah Amerika.”
Ia kemudian memuji sistem ekonomi Amerika Serikat.
“Lihatlah, sekarang kita memiliki lebih banyak lapangan pekerjaan daripada sebelumnya. Orang-orang memperoleh penghasilan lebih tinggi daripada sebelumnya. Saya berbicara tentang para pekerja. Mereka menerima gaji tertinggi yang pernah ada.
Menurut saya, inilah sistem terbaik. Memang tidak sempurna, karena setiap sistem memiliki kekurangan, tetapi sistem ini telah memberikan hasil yang luar biasa.”
Trump juga berkata : “Ketika saya melihat apa yang sedang terjadi dan melihat orang-orang yang saya anggap tidak bermutu mendapatkan dukungan—ya, menurut saya mereka memang orang-orang seperti itu. Saya mengenal orang baik dan orang yang berkualitas. Orang-orang ini, menurut saya, bukan demikian.
Ketika saya mendengar apa yang mereka katakan, saya menganggap mereka sangat berbahaya dalam banyak hal. Saya pernah mengatakan hal ini sebelumnya. Awalnya saya berpikir, ‘Wah, ini pernyataan yang cukup besar.’ Namun kemudian saya menyadari bahwa memang itulah kenyataannya.”
Di akhir jawabannya, Trump menyatakan bahwa menurut pandangannya ancaman komunisme terhadap Amerika Serikat lebih besar daripada ancaman perang-perang besar dalam sejarah.
“Menurut saya, bahaya yang dihadapi negara ini dalam situasi seperti ini bahkan lebih besar daripada Perang Dunia I maupun Perang Dunia II.
“Jika Anda berbicara tentang serangan 11 September atau Pearl Harbor, semuanya adalah ancaman yang sangat besar. Tetapi menurut saya, gagasan bahwa Amerika dapat bergerak menuju komunisme merupakan bahaya yang lebih besar.”
“Karena begitu sebuah negara memasuki komunisme, ada satu hal yang akan terjadi: Anda tidak akan pernah bisa kembali. Tidak akan pernah kembali.
“Anda akan hidup dan mati dalam kemiskinan dan lingkungan yang kotor. Anda akan meninggal dengan cara yang mengerikan. Sistem itu akan menjadi sangat jahat dan sangat buruk.”
Sejak pemilihan pendahuluan (primary) yang digelar di AS, Presiden Trump telah menggunakan sejumlah pidato terbarunya untuk memperingatkan bahaya komunisme dan mengkritik para kandidat yang dianggap menganut paham tersebut.
“Mereka adalah komunis, bukan sosial demokrat,” kata Trump dalam konferensi Faith and Freedom Coalition pada 26 Juni.
Dalam konferensi tersebut, serta dalam pidato yang disampaikannya pada 3 Juli dan 4 Juli untuk memperingati hari jadi ke-250 Amerika Serikat, Trump mengimbau rakyat Amerika untuk melindungi jati diri negaranya. Ia memperingatkan bahwa ideologi komunis sedang kembali bangkit.
“Kini terjadi kebangkitan kembali ancaman komunisme di negara kita, termasuk dari para pendatang baru yang memeluk gagasan-gagasan yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup dan keberhasilan besar yang telah kita capai,” ujar Trump pada 3 Juli.
Dalam pidatonya pada 3 Juli, ia juga menggambarkan komunisme sebagai “ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika” dan menyebutnya sebagai “ancaman terbesar bagi negara kita.”
Diperkirakan sekitar 65 juta warga Tiongkok tewas di bawah kepemimpinan Mao Zedong dalam upayanya membangun Tiongkok baru yang “sosialis”. Sementara itu, sekitar 25 juta hingga 30 juta orang diperkirakan meninggal di bekas Uni Soviet di bawah pemerintahan komunis.





