MEXICO CITY, KOMPAS.TV - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan larangan bermain dua pertandingan kepada bek tim nasional Inggris Jarell Quansah setelah kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Keputusan itu kembali memunculkan sorotan terhadap penerapan sanksi disiplin FIFA karena berbeda dengan hukuman yang dijatuhkan dalam kasus penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun.
FIFA menyatakan Quansah mendapat tambahan satu pertandingan di luar hukuman otomatis akibat kartu merah setelah Komite Disiplin mengategorikan pelanggarannya terhadap Jesus Gallardo sebagai serious foul play.
Sanksi tersebut membuat Quansah dipastikan absen saat Inggris menghadapi Norwegia pada perempat final di Miami Gardens, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Akui Resah, Timnas Indonesia Belum Tembus Piala Dunia | SAPA MALAM
Jika The Three Lions lolos, bek Bayer Leverkusen itu juga tidak dapat dimainkan pada semifinal dan baru berpeluang kembali apabila Inggris mencapai final.
Kasus Balogun Kembali Jadi PerbandinganKeputusan terhadap Quansah kembali memicu perdebatan setelah dibandingkan dengan kasus Folarin Balogun.
Balogun sebelumnya juga menerima kartu merah akibat pelanggaran berat saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Namun, FIFA hanya menjatuhkan larangan bermain satu pertandingan, sedangkan tambahan satu laga lainnya ditangguhkan selama 12 bulan.
Menurut laporan Associated Press, penanganan kasus Balogun menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan intervensi dan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- FIFA
- Jarell Quansah
- Timnas Inggris
- Piala Dunia 2026
- Folarin Balogun





