Houston: Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar lebih mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Iran ingin mencapai kesepakatan, dibandingkan eskalasi serangan terbaru antara kedua negara.
Meski demikian, meningkatnya ketegangan geopolitik masih membayangi prospek pemulihan pasokan minyak global.
Mengutip Investing.com, Jumat, 10 Juli 2026, harga minyak mentah Brent kontrak September turun 2,7 persen menjadi USD75,88 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak AS terkoreksi 2,6 persen menjadi USD71,64 per barel.
Penurunan tersebut terjadi setelah reli pada perdagangan sebelumnya. Brent sempat melonjak lebih dari lima persen dan ditutup di level tertinggi sejak 19 Juni, sedangkan WTI naik lebih dari empat persen dan mencapai posisi tertinggi sejak 22 Juni.
Premi risiko geopolitik sempat meningkat tajam menyusul eskalasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, yang menjadi ketegangan terbesar sejak kedua negara menandatangani kesepahaman perdamaian sementara pada bulan lalu.
Sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial, militer AS pada Selasa dan Rabu melancarkan serangan ke sekitar 170 target di Iran. Target tersebut meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam.
Media pemerintah Iran kemudian melaporkan angkatan bersenjata negara itu membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan.
Baca Juga :
Harga Minyak Dunia Melonjak Jadi USD78/Barel Hari Ini(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Harapan jalur diplomatik AS-Iran
Dalam rangkaian KTT Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) di Turki, Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Ia juga menegaskan serangan terbaru merupakan bentuk balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial.
"Saya katakan kita akan membalas dengan perbandingan 20 banding 1 setiap kali mereka menyerang kita, kita akan membalas dengan 20 kali lipat. Ketika mereka menyerang, kita akan membalas dengan jauh lebih keras," kata Trump.
Trump juga mengungkapkan Iran telah menghubungi pemerintah AS untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan. "Mereka menelepon beberapa waktu lalu. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," ucap dia.
"Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu. Itulah masalahnya," jelas Trump menambahkan.
Komentar tersebut meredakan kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menilai kedua negara masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.




