JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih didominasi oleh berkurangnya potensi hujan seiring meluasnya musim kemarau.
Pada Dasarian II Juli 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan hanya akan menerima curah hujan dengan kategori rendah, meskipun sejumlah fenomena atmosfer masih berpotensi memicu hujan di beberapa daerah.
Berdasarkan analisis BMKG di laman bmkg.go.id, distribusi curah hujan pada Dasarian II Juli 2026 didominasi kategori rendah.
Sebanyak 92,64 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Baca Juga: 9 Wilayah Berpotensi Hujan Jumat 10 Juli, BMKG: 1 Kota Waspada Hujan Sangat Lebat
Sementara itu, 7,32 persen wilayah berada pada kategori curah hujan menengah, dan hanya 0,04 persen yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi.
Wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah meliputi sebagian besar Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi hujan di berbagai daerah relatif terbatas selama Dasarian II Juli 2026.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah dinamika atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, baik dalam skala lokal maupun regional.
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- dinamika atmosfer sepekan ke depan
- kemarau





