VIVA – FIFA resmi mengumumkan penunjukan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, untuk pertandingan Argentina melawan Swiss. Dia ditemani dua kompatriotnya asal Portugal dan juga dua wasit asal Kanada.
La Albiceleste sukses melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan melaju ke perempat final. Mereka memerlukan perjuangan keras untuk menang di babak 16 besar atas Mesir.
Sempat tertinggal dua gol akibat gol-gol dari Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, Argentina sukses bangkit di menit-menit akhir. Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez secara bergiliran mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir.
Namun, kemenangan Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta diikuti oleh kontroversi. Publik mengecam kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang menganulir gol Mesir oleh Ziko dan juga mengesahkan gol Fernandez.
Kedua gol tersebut tercipta dalam situasi yang serupa dengan adanya pelanggaran terjadi sebelum gol diciptakan. Namun demikian, Letexier hanya mengambil keputusan yang tampak menguntungkan Argentina.
- REUTERS/Amanda Perobelli
Walau begitu, wasit legendaris Pierluigi Collina menegaskan bahwa keputusan Letexier adalah hal yang tepat. Dia juga menegaskan bahwa wasit FIFA tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun, berbeda dengan tuduhan publik soal menganakemaskan Argentina.
Kini, Argentina bersiap untuk menghadapi Swiss pada laga berikutnya di perempat final. Duel akan digelar di Arrowhead Stadium, Kansas City pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
FIFA mengumumkan bahwa wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, ditunjuk untuk memimpin laga ini. Dua kompatriotnya asal Portugal, Bruno Jesus dan Luciano Maia, turut bertugas dalam pertandingan ini.
Wasit asal Kanada, Drew Fischer, akan menjadi ofisial keempat. Kemudian, Micheal Barwegen asal Kanada juga bertugas sebagai asisten wasit cadangan.
Pinheiro adalah wasit UEFA yang sudah dikenal luas di Eropa. Di Piala Dunia kali ini, dia sudah memimpin dua laga, dengan duel Argentina kontra Swiss menjadi yang ketiga.
Pertandingan pertamanya juga untuk Swiss, yaitu di fase grup ketika mereka menang dengan skor telak 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina. Kemudian, Pinheiro kembali bertugas saat Kanada menang tipis dengan skor 1-0 atas Afrika Selatan.





